Pemprov Jatim Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi dan Inovasi Berdampak

SURABAYA, 11 MEI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mendorong pengembangan riset serta mempercepat hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas saat Gubernur Khofifah menerima audiensi Kepala BRIN Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.

Khofifah mengatakan, kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jawa Timur, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jawa Timur sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna,” kata Khofifah.

Menurutnya, penguatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi sangat penting agar tidak berhenti pada tahap penelitian semata, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, meningkatkan daya saing, hingga menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Khofifah menegaskan, keterbukaan akses terhadap hasil riset juga menjadi faktor penting agar inovasi dapat dimanfaatkan lebih luas oleh berbagai pihak.

“Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pemanfaatan riset dan inovasi. Yang terpenting adalah bagaimana hasil riset dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyebut BRIN memiliki sekitar 6.000 kekayaan intelektual yang sebagian telah memiliki hak paten dan tersimpan dalam database nasional.

Berbagai inovasi itu mencakup sektor pangan, kesehatan, energi, lingkungan, teknologi maritim, hingga pengolahan limbah. “BRIN punya ribuan produk inovasi mulai dari kedaulatan pangan, ketahanan energi, kesehatan, penguatan industri strategis, dan banyak lainnya. Ini menjadi peluang strategis bagi Jawa Timur untuk berkolaborasi,” katanya.

Salah satu sektor yang disiapkan untuk kerja sama adalah layanan kesehatan. Dalam kesempatan itu, Pemprov Jatim turut menghadirkan Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjajaki potensi kolaborasi riset kesehatan bersama BRIN.

Khofifah menjelaskan, salah satu inovasi BRIN yang berpotensi dikembangkan bersama RSUD Dr. Soetomo adalah teknologi implan tulang untuk rekonstruksi akibat cedera.

Produk tersebut dinilai dapat dikolaborasikan dengan clinical research yang saat ini dikembangkan RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan nasional.

Selain sektor kesehatan, Pemprov Jatim juga tertarik mengembangkan inovasi di bidang pangan, salah satunya teknologi food saver milik BRIN.

Teknologi tersebut merupakan sistem penyimpanan pangan hemat energi yang mampu menjaga kualitas beras, telur, hingga komoditas hortikultura agar lebih tahan lama. “Inovasi food saver ini sangat potensial untuk menjaga kualitas produk pangan lebih lama, termasuk buah-buahan yang rentan cepat rusak,” jelas Khofifah.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim akan menghubungkan BRIN dengan dinas terkait agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah.

Menurutnya, BRIN akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah agar hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan, melainkan benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ke depan, teknologi dan inovasi akan terus kami kembangkan bersama pemerintah daerah agar hasilnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News