Menkeu: Pendapatan Negara Tumbuh 10 Persen, APBN 2026 Tetap Ekspansif hingga Maret

JAKARTA, 8 MEI 2026 – VNNMedia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga 31 Maret menunjukkan tren ekspansif dengan pertumbuhan pendapatan negara yang solid.

Dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (5/5/2026), Menkeu mengungkapkan pendapatan negara tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Hingga Maret, APBN tumbuh cukup ekspansif. Kalau anda lihat yang 2026, pendapatan negara tumbuhnya 10 persen,” ujar Purbaya.

Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun. Kinerja tersebut terutama ditopang penerimaan pajak yang tumbuh signifikan sebesar 20,7 persen.

Menurut Menkeu, kenaikan penerimaan pajak dipengaruhi membaiknya aktivitas ekonomi nasional, stabilitas harga komoditas, meningkatnya kepatuhan wajib pajak, hingga optimalisasi sistem administrasi perpajakan digital melalui Coretax.

“Coretax ini menunjukkan bahwa walaupun ada kelemahan sana sini dan sudah kita perbaiki dan sekarang cukup baik, ke depan kita perbaiki terus. Tapi dampaknya ke pendapatan clear, positif sekali,” katanya.

Selain pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi sebesar Rp67,9 triliun. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh 7 persen di luar dividen BUMN dengan realisasi mencapai Rp112,1 triliun.

Di sisi belanja, pemerintah mencatat realisasi belanja negara hingga akhir Maret sebesar Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp610,3 triliun atau meningkat 47,7 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi percepatan belanja kementerian dan lembaga, termasuk program Makan Bergizi Gratis serta penyaluran bantuan sosial.

Selain itu, belanja non-kementerian/lembaga juga meningkat untuk pembayaran manfaat pensiun, subsidi energi, hingga kompensasi BBM dan listrik.

Pemerintah juga mempercepat penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang telah mencapai Rp204,8 triliun. Dana tersebut disalurkan untuk Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Nonfisik, hingga Dana Otonomi Khusus.

Termasuk di dalamnya relaksasi penyaluran dan tambahan alokasi TKD bagi daerah terdampak bencana di wilayah Sumatera. Meski belanja negara meningkat, pemerintah memastikan posisi defisit APBN tetap terkendali dan sesuai desain APBN 2026.

“Yang jelas sepanjang tahun defisit akan kita kendalikan di bawah 3 persen sesuai dengan desain APBN-nya,” tegas Purbaya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News