
JAKARTA, 23 April 2026 – VNNMedia – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan reformasi iklim investasi nasional dengan menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi guna menjaga arus investasi tetap tumbuh di tengah tekanan geopolitik global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, menyebut minat investor terhadap Indonesia masih kuat dan menunjukkan tren positif, meski dunia diwarnai ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik.
“Minat investasi ke Indonesia tetap tinggi dan realisasinya masih sesuai target, bahkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Namun, Presiden menegaskan momentum ini harus dijaga dengan mempercepat realisasi investasi dan menghilangkan hambatan birokrasi. Regulasi yang dinilai menghambat, termasuk perizinan teknis (pertek), diminta untuk dipangkas.
“Jangan sampai aturan justru menjadi penghambat. Jika menghambat, harus dievaluasi bahkan dihapus,” tegas Rosan mengutip arahan Presiden.
Selain deregulasi, pemerintah juga didorong untuk melakukan benchmarking kebijakan investasi dengan negara-negara ASEAN serta standar Organisation for Economic Co-operation and Development guna meningkatkan daya saing global.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi, sekaligus mendorong transformasi menuju investasi bernilai tambah tinggi. Iklim investasi yang efisien, transparan, dan kompetitif dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan investor dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News