
SURABAYA, 7 MEI 2026 – VNNMedia – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk menetapkan pembagian dividen jumbo sebesar Rp850 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya, Rabu (6/5/2026). Selain itu, perseroan juga merombak susunan pengurus untuk memperkuat arah bisnis ke depan.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen Rp56,62 per saham atau setara 55% dari laba bersih tahun 2025. Dengan harga saham di kisaran Rp590 per 5 Mei 2026, yield dividen Bank Jatim diperkirakan mencapai 9,6%, menjadikannya salah satu yang kompetitif di segmen bank pembangunan daerah (BPD).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir mewakili pemegang saham pengendali, menilai kinerja Bank Jatim tetap solid. Ia menyoroti keberhasilan perseroan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset, seiring pertumbuhan kredit, aset, dan dana pihak ketiga (DPK) sepanjang 2025.
Menurutnya, Bank Jatim perlu terus memperkuat peran sebagai motor ekonomi daerah melalui percepatan digitalisasi serta peningkatan pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM.
Direktur Utama Winardi Legowo mengungkapkan, sepanjang 2025 perseroan membukukan laba bersih konsolidasi Rp1,61 triliun atau tumbuh 24,8% secara tahunan (YoY). Total aset tercatat mencapai Rp168,85 triliun. Secara bank only, laba bersih mencapai Rp1,546 triliun, tertinggi di antara BPD nasional.
Kinerja Bank Jatim berlanjut positif di awal 2026. Pada kuartal I/2026, laba bersih konsolidasi melonjak 90,41% YoY menjadi Rp661 miliar, didorong peningkatan pendapatan bunga bersih dan ekspansi kredit yang tetap selektif.
Hingga Maret 2026, kredit konsolidasi tercatat Rp109,22 triliun atau tumbuh 40,85% YoY. Sementara aset mencapai Rp164,07 triliun dan DPK sebesar Rp122,80 triliun, naik 37,59% YoY. Manajemen menegaskan fokus strategi tetap pada penguatan fundamental, transformasi digital, serta sinergi dengan UMKM dan ekosistem ekonomi daerah.
Selain pengesahan laporan keuangan dan penggunaan laba, RUPST juga menyetujui perubahan struktur organisasi. Penguatan dilakukan pada sejumlah fungsi strategis, termasuk teknologi informasi, bisnis korporasi, serta layanan berbasis syariah.
Dalam susunan baru, Andry Wicaksono ditetapkan sebagai calon Direktur Manajemen Risiko, sementara Moh. Nasih diangkat sebagai calon Komisaris Independen. Perseroan juga menambah anggota Dewan Pengawas Syariah guna memperkuat tata kelola berbasis prinsip syariah.
Berikut susunan terbaru pengurus Bank Jatim hasil RUPST Tahun Buku 2025:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
Komisaris: Adhy Karyono
Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud
Komisaris Independen: Dadang Setiabudi
Komisaris Independen: Asri Agung Putra
Calon Komisaris Independen: Moh. Nasih
Direksi
Direktur Utama: Winardi Legowo
Wakil Direktur Utama: R. Arief Wicaksono
Direktur Ritel & Syariah: Tonny Prasetyo
Direktur Kepatuhan: Umi Rodiyah
Direktur Keuangan & Tresuri: RM Wahyukusumo Wisnubroto
Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan: Arif Suhirman
Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi: Wiweko Probojakti
Calon Direktur Manajemen Risiko: Andry Wicaksono
Dewan Pengawas Syariah
Ketua: KH Afifuddin Muhajir
Anggota: Tamhid Masyhudi
Calon Anggota: Abdullah Syamsul Arifin
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News