
JAKARTA, 10 MEI 2026 – VNNmedia – PLN Nusantara Power terus memperkuat transformasi energi nasional melalui pengembangan teknologi co-firing biomassa sebagai bagian dari percepatan transisi menuju energi hijau dan rendah emisi.
Teknologi co-firing biomassa menjadi salah satu inovasi strategis PLN Nusantara Power dalam mendukung target transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions 2060.
Melalui teknologi tersebut, biomassa digunakan sebagai substitusi sebagian batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan memanfaatkan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan seperti woodchip, sawdust, sekam padi hingga cangkang sawit.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan program co-firing biomassa menjadi langkah penting perusahaan dalam menghadirkan energi yang lebih bersih sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“PLN Nusantara Power terus berkomitmen menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung transisi energi nasional. Program co-firing biomassa menjadi langkah strategis dalam mengurangi emisi karbon sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan ekonomi kerakyatan,” ujar Ruly.
PLN Nusantara Power tercatat sebagai pionir pengembangan co-firing biomassa di Indonesia. Sejak memulai riset dan uji coba pada 2018, perusahaan berhasil menjalankan operasi komersial co-firing pertama di lingkungan PLN Group melalui PLTU Paiton pada Juni 2020.
Keberhasilan tersebut kemudian diperluas ke berbagai pembangkit di Indonesia. Hingga kini, PLN NP telah menerapkan co-firing biomassa secara komersial di 25 PLTU dalam lima tahun terakhir.
Bahkan, sejumlah pembangkit berhasil menjalankan operasi dengan 100 persen biomassa, di antaranya PLTU Bolok, PLTU Pulang Pisau dan PLTU Tidore.
Transformasi energi hijau yang dijalankan PLN NP juga menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang 2025, program co-firing biomassa menghasilkan energi hijau sebesar 1.041 GWh dan menurunkan emisi karbon hingga 1,17 juta ton CO2e.
Sementara pada kuartal pertama 2026, PLN NP kembali mencatat produksi energi hijau sebesar 245 GWh dengan reduksi emisi mencapai 286 ribu ton CO2e.
Vice President Technology Development PLN Nusantara Power Ardi Nugroho mengatakan Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar untuk mendukung sistem energi berkelanjutan.
“Melalui inovasi co-firing, kami berupaya menghadirkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar masyarakat,” kata Ardi.
Menurutnya, pengembangan co-firing biomassa menjadi bukti bahwa transformasi energi tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga mampu mendorong ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi co-firing biomassa, Ardi Nugroho menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News