
SURABAYA, 3 JUNI 2026 – VNNMedia – Operasional pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berjalan lancar. Hingga hari ketiga pelaksanaan debarkasi atau per 3 Juni 2026, sebanyak 3.791 jamaah dan petugas haji telah tiba kembali di Tanah Air melalui 10 kelompok terbang (kloter).
Jumlah tersebut setara sekitar 9 persen dari total 44.000 jamaah dan petugas yang dijadwalkan kembali melalui Debarkasi Surabaya pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, total jamaah dan petugas yang akan dipulangkan mencapai 44.000 orang.
Rinciannya terdiri atas 43.237 jamaah, 160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas kloter yang tergabung dalam 116 kloter.
Sampai kedatangan Kloter 10, jumlah jamaah yang telah kembali mencapai 3.723 orang, terdiri dari 1.817 jamaah laki-laki dan 1.906 jamaah perempuan. Selain itu, turut dipulangkan 18 PHD, 10 PIH KBIHU, dan 40 petugas kloter.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan proses pemulangan jamaah berjalan tertib dan lancar berkat sinergi seluruh unsur pelayanan yang terlibat.
“Seluruh layanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya terus dioptimalkan agar jamaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar sejak tiba di Indonesia hingga kembali ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, tujuh kloter tercatat tiba sesuai jadwal. Sementara tiga kloter mengalami keterlambatan. Meski demikian, PPIH terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran proses pemulangan.
Selama fase debarkasi hingga Kloter 10, tercatat sembilan mutasi keluar yang terdiri dari lima jamaah wafat di Arab Saudi, dua jamaah yang masih sakit di Arab Saudi, serta dua kursi kosong. Adapun jumlah kursi kosong atau open seat pada fase pemulangan tercatat sebanyak sembilan kursi.
PPIH juga melaporkan masih ada dua jamaah asal Kabupaten Probolinggo yang belum dapat dipulangkan bersama rombongannya karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Keduanya adalah Abdul Djala (67), jamaah Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor akibat diabetes, serta Mohammad Dzikri Muiz (65), jamaah Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah karena kanker.
Menurut As’adul Anam, pihaknya terus memantau kondisi kedua jamaah tersebut melalui koordinasi intensif dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia di Arab Saudi. “Kami berharap jamaah yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat,” katanya.
Pada musim haji tahun ini, jamaah termuda Debarkasi Surabaya tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13 tahun) asal Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 86. Sedangkan jamaah tertua adalah Marsiyah Salim (104 tahun) asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 112.
PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan akan terus memberikan pelayanan optimal selama proses pemulangan jamaah berlangsung, mulai dari kedatangan di bandara, pelayanan di Asrama Haji Surabaya, hingga kepulangan jamaah menuju daerah asal masing-masing.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News