
BANGKALAN, 7 JUNI 2026 – VNNMedia – Karnaval Budaya dalam rangka pembukaan Bakti TNI untuk Negeri 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin secara resmi melepas ratusan peserta karnaval yang menampilkan beragam atraksi seni dan budaya khas Madura.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembukaan program Bakti TNI untuk Negeri sekaligus menjadi wadah mempererat kemanunggalan TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong, persatuan, serta pelestarian budaya lokal.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera di depan Kodim 0829/Bangkalan. Selanjutnya, iring-iringan peserta bergerak mengelilingi Alun-Alun Bangkalan dan disambut antusias ribuan warga yang memadati sepanjang rute.
Suasana semakin semarak dengan penampilan musik ul-daul, kesenian tradisional khas Madura yang dikenal sebagai simbol kebersamaan masyarakat. Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya juga turut menaiki kereta hias bertema Singo Barong yang menjadi ikon karnaval.
Sebanyak 13 kelompok karnaval ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari kalangan pelajar, komunitas sepeda antik, kelompok seni budaya, hingga pelaku seni musik tradisional ul-daul yang menampilkan berbagai atraksi kreatif.
Gubernur Khofifah mengapresiasi antusiasme masyarakat dan seluruh peserta yang turut menyukseskan penyelenggaraan karnaval. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Madura kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, semangat seluruh peserta luar biasa. Karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah, sekaligus menyemarakkan pelaksanaan Karya Bakti TNI AD di Wilayah Madura Tahun 2026,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, penyelenggaraan Karnaval Budaya Bakti TNI untuk Negeri menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya simbol pengabdian, lebih dari itu, ini juga menjadi bagian pelestarian budaya lokal. Karnaval diisi berbagai penampilan yang spesial dan penuh kreativitas dari ribuan warga,” ujarnya.
Khofifah menilai keterlibatan pelajar, komunitas, seniman, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai sosial, budaya, gotong royong, dan persatuan.
“Di sini ada anak-anak, remaja hingga dewasa yang tumpah ruah semuanya guyub rukun. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat masih sangat kuat, sekaligus menjadi wujud nyata pelestarian kekayaan budaya daerah sebagai identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.
Menurut Khofifah, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini mampu menjadi perekat persatuan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dalam karnaval tersebut, ribuan warga tampak memadati kawasan Alun-Alun Bangkalan untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan peserta. Selain menjadi rangkaian pembukaan Bakti TNI untuk Negeri 2026, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi budaya Madura sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta melestarikan kearifan lokal.
Baca Berita MEnarik Lainnya di Google News