Hadapi Tekanan Ekonomi Global, DEN Dorong Pariwisata Jadi Mesin Devisa Baru

JAKARTA, 10 JUNI 2026 – VNNMedia – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber devisa utama guna memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran DEN di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan itu, DEN melaporkan perkembangan ekonomi terkini sekaligus menyampaikan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Anggota DEN, Firman Hidayat, mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk memperkuat cadangan devisa Indonesia.

Menurutnya, devisa yang berasal dari sektor pariwisata akan membantu memperkuat posisi eksternal Indonesia sekaligus menjadi bantalan menghadapi tekanan ekonomi global. “Kalau kita bisa meningkatkan wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan, ini tentu akan bisa membantu meningkatkan devisa kita,” ujar Firman usai pertemuan.

Selain sektor pariwisata, DEN juga mengusulkan peningkatan remitansi dari pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan tinggi di luar negeri. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional tanpa menambah beban fiskal pemerintah.

Meski mengingatkan adanya berbagai risiko global, DEN menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang kuat.

Firman menjelaskan sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan kinerja yang relatif baik, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga hingga inflasi yang masih terkendali.

Selain itu, kondisi korporasi nasional dan sektor perbankan juga dinilai berada dalam posisi yang sehat sehingga mampu menjadi penopang penting bagi perekonomian nasional. “Selain indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi dan inflasi yang masih stabil, salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang berada dalam posisi sangat sehat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan ketika menghadapi krisis ekonomi tahun 1998. Ketahanan sektor keuangan dan dunia usaha menjadi salah satu faktor yang membuat ekonomi nasional lebih siap menghadapi gejolak global.

Di sisi lain, DEN mengingatkan pemerintah agar tetap waspada terhadap berbagai risiko yang muncul akibat ketidakpastian ekonomi dunia.

Konflik geopolitik yang berkepanjangan, perlambatan ekonomi global, serta pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor yang dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik.

Firman menyebut dampak konflik global saat ini berlangsung lebih lama dari perkiraan semula dan dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk perdagangan dan investasi. “Memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dampak perang ini sepertinya lebih tinggi dan lebih lama dari perkiraan kita. Kemudian ada faktor pelemahan rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DEN lainnya, Chatib Basri, mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga barang di dalam negeri karena meningkatnya biaya impor bahan baku dan barang konsumsi.

Karena itu, pemerintah perlu terus menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha melalui kebijakan yang konsisten serta pengelolaan anggaran yang efektif.

Pariwisata Jadi Andalan Baru
Di tengah tantangan ekonomi global, DEN menilai sektor pariwisata dapat menjadi salah satu motor penghasil devisa yang semakin penting bagi Indonesia.

Dengan kekayaan destinasi wisata yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Peningkatan devisa dari sektor pariwisata juga diyakini dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat neraca pembayaran, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui strategi tersebut, DEN berharap Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tekanan ekonomi global, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sumber-sumber devisa yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News