
SURABAYA, 19 FEBRUARI 2026 – VNNMedia — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah Gebyar Ramadhan 2026. Pasar murah ini sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan ini berlangsung mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026. Pasar murah yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi, khususnya kelompok volatile food yang biasanya mengalami lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Selain menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga melibatkan 17 UMKM sektor makanan dan minuman dari berbagai daerah di Jawa Timur. Para pelaku UMKM tersebut dilibatkan secara bergiliran setiap pekan untuk mempromosikan produk unggulan lokal.
Kepala Bidang Pembangunan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Yudi Arianto, menyebut pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga, tetapi juga sarana kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Berdasarkan pemantauan SISKAPERBAPO, sejumlah komoditas yang saat ini menjadi perhatian antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, dan daging ayam ras.
Kenaikan harga cabai dipengaruhi belum optimalnya produksi akibat faktor cuaca, dengan masa panen diperkirakan baru berlangsung pada April–Mei 2026. Sementara itu, peningkatan permintaan turut mendorong harga daging ayam ras.
Dalam dua pekan terakhir, harga cabai rawit tercatat naik 33,62 persen, cabai merah besar 16,00 persen, dan daging ayam ras 11,17 persen. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai lebih terkendali dibanding awal Februari 2026, ketika lonjakan harga cabai rawit sempat menembus 75 persen.
Sepanjang 2025, Pemprov Jatim telah melaksanakan 303 kali pasar murah dengan total nilai transaksi mencapai Rp797,19 juta. Memasuki 2026, hingga pertengahan Februari, pasar murah telah digelar di 19 titik lokasi dari target 110 kali pelaksanaan di seluruh Jawa Timur.
Melalui penguatan pasar murah dan pemantauan harga secara berkelanjutan, Pemprov Jatim optimistis stabilitas harga dan daya beli masyarakat dapat terjaga selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News