Khofifah Bertemu Dubes RI di Malaysia, Bahas Penguatan Perdagangan dan Pendidikan Jatim

KUALA LUMPUR, 30 APRIL 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan strategis dengan Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo di Pavilion Hotel Kuala Lumpur, Rabu (29/4/2026).

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama perdagangan, pendidikan, hingga perlindungan tenaga kerja antara Jawa Timur dan Malaysia.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian misi dagang dan investasi Jawa Timur di Malaysia. Dalam diskusi, Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur untuk menjadi kekuatan utama (powerhouse) perdagangan nasional.

Menurutnya, sektor perdagangan selama ini menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara konsisten memperluas pasar melalui misi dagang, baik antar daerah, antar provinsi, hingga ke pasar internasional.

Khofifah mengungkapkan, hubungan perdagangan Jatim dan Malaysia terus menunjukkan tren positif. Berbagai transaksi telah terealisasi, didukung forum business matching yang mempertemukan pelaku usaha kedua negara, termasuk 10 kali pertemuan bisnis dalam misi dagang terbaru.

Data perdagangan menunjukkan kinerja yang kuat. Pada 2025, ekspor Jawa Timur ke Malaysia mencapai USD1,53 miliar, sementara impor sebesar USD572,37 juta, sehingga menghasilkan surplus USD967,06 juta.

Komoditas ekspor unggulan Jatim meliputi tembaga, lemak dan minyak hewani, produk kimia, kakao, serta kayu dan turunannya. Sementara impor dari Malaysia didominasi plastik, bahan kimia organik, mesin, serta produk makanan olahan.

Selain memperkuat pasar Malaysia, Pemprov Jatim juga terus mendorong ekspansi ke pasar global lain, termasuk negara dengan ketergantungan impor tinggi seperti Maladewa.

Khofifah menegaskan, kekuatan Jawa Timur tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga ketahanan pangan. Produksi komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, hingga protein hewani dinilai mampu memenuhi kebutuhan daerah sekaligus mendukung ekspansi pasar.

Di sektor peternakan, penguatan dilakukan melalui inovasi teknologi, termasuk pengembangan Grand Parent Stock untuk meningkatkan kualitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor.

Tak hanya itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga terus diperkuat untuk mendorong riset dan inovasi yang aplikatif bagi industri.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, termasuk kolaborasi antar kampus dan program pertukaran pelajar guna menyiapkan sumber daya manusia unggul. Selain itu, isu perlindungan pekerja migran Indonesia juga menjadi perhatian melalui penguatan koordinasi kebijakan ketenagakerjaan.

Sementara itu, Dubes RI untuk Malaysia menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai kekuatan industri dan perdagangan nasional yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan Malaysia. Ia menyebut banyak sektor yang bisa dikerjasamakan, mulai dari industri pengolahan hingga produk pangan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News