Hukuman Balogun Ditangguhkan, UEFA Sebut Keputusan FIFA Coreng Piala Dunia 2026

Penyerang Timnas Sepak Bola AS Folarin Balogun

Nyon, Selasa 07 Juli 2026-VNNMedia- Asosiasi sepak bola Eropa, UEFA, mengecam keras tindakan FIFA yang menangguhkan sementara hukuman larangan bertanding satu kali bagi striker timnas sepak bola AS, Folarin Balogun. Kelompok tersebut menilai FIFA sudah mencoreng Piala Dunia yang menjunjung tinggi sportifitas

Dilansir dari Bloomberg Technoz, UEFA menyebut jika tindakan FIFA telah melewati batas karena bertenatngan dengan prinsip dasar penerapan aturan dalam sepak bola. Melalui sebuah pernyataan resmi, UEFA menegaskan bahwa aturan tersebut menjadi fondasi bagi pertandingan yang adil, jujur, dan transparan

“Keputusan kemarin untuk menangguhkan sementara selama satu tahun penerapan hukuman larangan bermain satu pertandingan otomatis menyusul kartu merah yang diberikan kepada pemain Folarin Balogun telah melampaui batas,” bunyi pernyataan tersebut

UEFA juga mengatakan jika aturan itu tidak dapat dikecualikan apalagi di tengah turnamen dimana banyak pemain lainnya yang tetap menjalani hukuman skorsing setelah diganjar kartu merah

“Kami menyatakan ketidak percayaan kami terhadap keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini,” tegas UEFA

Kronologis Kartu Merah dan Penangguhan Hukuman Folarin Balogun oleh FIFA

Berikut adalah kronologi lengkap penangguhan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026

1. Insiden Kartu Merah (1 Juli 2026)

Pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Bosnia & Herzegovina di San Francisco Bay Area Stadium, Folarin Balogun mendapat kartu merah langsung pada menit ke-64. Hukuman ini diberikan setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) atas pelanggaran serius (serious foul play) berupa injakan tidak sengaja pada pergelangan kaki bek lawan. AS memenangkan laga tersebut dengan skor 2-0, namun setelah peluit akhir, Balogun kedapatan masuk kembali ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya.

2. Penyelidikan Disiplin Dibuka (2-3 Juli 2026)

Sehari setelah pertandingan, Komite Disiplin FIFA resmi membuka investigasi terhadap Balogun atas dua potensi pelanggaran Kode Disiplin FIFA, yaitu Pasal 66 (terkait konsekuensi pengusiran lapangan dan suspensi otomatis satu pertandingan akibat kartu merah) dan Pasal 14 (terkait tindakan tidak terpuji pemain-masuk ke lapangan saat statusnya dihukum untuk merayakan kemenangan-)

3. Tekanan Politik dan Lobi Hukum (3-4 Juli 2026)

Di balik layar, Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) bergerak cepat dengan menyewa tim pengacara yang pernah bekerja untuk Presiden AS, Donald Trump, guna menyanggah regulasi disiplin FIFA. Donald Trump bahkan mengakui melakukan intervensi langsung dengan menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebanyak tiga kali untuk meminta peninjauan ulang karena menilai insiden tersebut murni tabrakan biasa

4. Keputusan Komite Disiplin FIFA (5 Juli 2026)

Komite Disiplin FIFA mengeluarkan keputusan mengejutkan menjelang laga babak 16 besar melawan Belgia. Mereka menyatakan Balogun bersalah, menjatuhkan denda sebesar USD 40.000, dan tetap menjatuhkan sanksi larangan bertanding satu kali.

Namun, FIFA mengaktifkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA (sering disebut pengamat sebagai perluasan dari “Ronaldo Rule” yang pernah diterapkan ke Cristiano Ronaldo). Lewat pasal ini, Komite Disiplin memiliki diskresi untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman dalam masa percobaan selama satu tahun

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News