
Bangkok, Selasa 29 Juli 2025-VNNMedia- Perundingan perdagangan antara Thailand dan Amerika Serikat diproyeksikan akan tuntas sebelum 1 Agustus 2025. Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, mengungkapkan optimisme bahwa tarif yang akan dikenakan AS tidak akan mencapai angka setinggi 36 persen seperti yang sempat dikhawatirkan
Melansir Channel News Asia, Amerika Serikat (AS) merupakan pasar ekspor terbesar bagi Thailand tahun lalu, menyumbang 18,3 persen dari total ekspor Thailand, dengan nilai mencapai US$54,96 miliar
Washington mencatat defisit perdagangan sebesar US$45,6 miliar dengan Thailand. Meski demikian, Pichai menegaskan bahwa Thailand siap untuk bernegosiasi dan proposal mereka tetap sama
“Amerika Serikat telah membuka jalan untuk negosiasi lebih lanjut, dan kami akan melanjutkan diskusi,” kata Pichai kepada wartawan hari Selasa (29/7). Ketika ditanya apakah perundingan bisa selesai sebelum batas waktu 1 Agustus, ia menjawab, “Ya, bisa dilakukan tepat waktu. Kami sudah siap dan sekarang kita lihat saja bagaimana keputusan AS.”
Pichai menambahkan bahwa pengumuman tarif AS terhadap Thailand kemungkinan akan dilakukan pada tanggal 1 atau 2 Agustus. “Beginilah kondisinya saat ini. Saya rasa sudah sangat dekat,” ujarnya. “Saya yakin kita seharusnya tidak menghadapi angka 36 persen.”
Sebelumnya di bulan ini, Pichai telah menyatakan bahwa negaranya telah membuat konsesi lebih lanjut, di luar proposal perdagangan sebelumnya yang menawarkan tarif nol untuk banyak produk AS. Ia juga memperkirakan tarif AS terhadap Thailand akan setara dengan negara-negara lain di kawasan ini
Sebagai perbandingan, Vietnam dan Indonesia saat ini masing-masing menghadapi tarif AS sebesar 20 persen dan 19 persen, angka yang jauh lebih rendah dari perkiraan awal untuk Thailand pada bulan April
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News