Temuan Gas Jumbo Blok Ganal 5 TCF, Dorong Ketahanan Energi RI

JAKARTA, 20 APRIL 2026 – VNNMedia – Kabar positif datang dari sektor hulu migas nasional. Penemuan gas raksasa di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat. Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 yang berada di wilayah kerja yang dioperasikan ENI dengan kepemilikan 82 persen, sementara sisanya dimiliki Sinopec.

Penemuan ini memperkuat prospek ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri. Selain itu, hasil eksplorasi ini menegaskan bahwa potensi migas Indonesia, khususnya di Cekungan Kutai, masih sangat besar dan menjanjikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyambut baik capaian tersebut. Ia menilai temuan ini menjadi bukti penting bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi migas dan memperkuat kemandirian energi.

“Penemuan ini merupakan anugerah dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung upaya pencarian sumber energi baru sesuai arahan Presiden,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Bahlil mengungkapkan, produksi gas dari proyek yang dikelola ENI diproyeksikan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2028, produksi ditargetkan mencapai 2.000 MMSCFD, meningkat dari level saat ini sekitar 600–700 MMSCFD, dan akan terus dikembangkan hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain gas, produksi kondensat juga diperkirakan mencapai 90 ribu barel per hari pada 2028 dan meningkat hingga 150 ribu barel per hari pada 2029–2030.

Sumur Geliga sendiri dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter di perairan dengan kedalaman sekitar 2.000 meter. Temuan ini melanjutkan rangkaian keberhasilan eksplorasi ENI di kawasan tersebut, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North (2023) dan sumur Konta-1 (2025).

Penemuan ini juga memperkuat pengembangan proyek gas terintegrasi di wilayah tersebut, termasuk proyek South Hub (Gendalo dan Gandang) serta North Hub (Geng North dan Gehem) yang telah memasuki tahap keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID).

Untuk mendukung pengembangan, proyek North Hub akan memanfaatkan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) dengan kapasitas hingga 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90 ribu barel kondensat per hari. Selain itu, infrastruktur eksisting seperti Kilang LNG Bontang juga akan dioptimalkan.

Sebelumnya, pemerintah juga mencatat temuan di sumur Gula dengan potensi sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat. Kombinasi temuan Geliga dan Gula diperkirakan mampu menambah produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90 ribu barel kondensat per hari.

Dengan potensi besar tersebut, temuan di Blok Ganal tidak hanya meningkatkan cadangan migas nasional, tetapi juga membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur gas dan optimalisasi nilai tambah bagi negara.

Pemerintah optimistis langkah ini akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi di masa depan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News