Perkuat Pasokan Infus Nasional, Khofifah Resmikan Line 4 Satoria Farma di Pasuruan

PASURUAN, 29 APRIL 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan fasilitas produksi line 4 PT Satoria Aneka Industri di Pasuruan, Selasa (28/4/2026). Kehadiran lini baru ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan cairan infus bagi rumah sakit, sekaligus mengurangi ketergantungan impor farmasi nasional.

Peresmian pabrik line 4 PT Satoria Aneka Industri yang berlokasi di Jalan Raya Kejayan–Purwosari, Pasuruan, menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri farmasi di Jawa Timur. Fasilitas ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi cairan infus yang sangat dibutuhkan rumah sakit.

Khofifah menyatakan, ekspansi industri farmasi tersebut membuka peluang kerja sama dengan 14 rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pemenuhan kebutuhan infus. Ia menegaskan, keberadaan fasilitas ini akan memperkuat sistem layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit daerah.

Menurutnya, rumah sakit milik Pemprov Jatim diharapkan menjadi pionir dalam memastikan ketersediaan layanan kesehatan, termasuk kecukupan pasokan cairan infus bagi pasien.

Lebih jauh, Khofifah menilai Satoria Farma memiliki peran penting dalam mendorong substitusi impor di sektor farmasi. Upaya ini dinilai sejalan dengan penguatan industri manufaktur dalam negeri serta hilirisasi produk kesehatan.

“Pengembangan industri farmasi dalam negeri menjadi bagian penting untuk mengurangi ketergantungan impor. Ini juga memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” ujarnya.

Ia berharap, beroperasinya line 4 tersebut dapat meningkatkan kontribusi terhadap ketersediaan infus secara nasional, sekaligus mendukung sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih merata.

CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri, Alim Satria, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2014, perusahaan terus berkembang hingga memiliki empat unit produksi dengan kapasitas mencapai 230 juta botol per tahun.

Ia menyebut, pertumbuhan pasar infus di Indonesia yang terus meningkat, ditambah kinerja perusahaan yang tumbuh sekitar 35 persen per tahun, menjadi alasan utama ekspansi dilakukan.

“Dengan tambahan line produksi ini, kami ingin memperkuat posisi sebagai produsen infus terbesar di Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawas Obat dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja, menyambut positif ekspansi tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi akan mendukung ketahanan farmasi nasional, dimulai dari pemenuhan kebutuhan cairan infus.

Ia berharap, perluasan fasilitas produksi ini dapat membantu pemerintah dalam memastikan ketersediaan obat dan produk farmasi yang aman serta terjangkau bagi masyarakat.

Dengan penguatan kapasitas produksi dalam negeri, Jawa Timur diharapkan semakin berperan sebagai pusat industri farmasi nasional yang mampu menopang kebutuhan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News