
SURABAYA, 11 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya kembali memperkuat sistem pengendalian banjir dengan menambah delapan rumah pompa baru pada tahun 2026. Pembangunan rumah pompa ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya untuk mengurangi banjir dan genangan saat musim hujan.
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita mengatakan, delapan rumah pompa tersebut akan dibangun di sejumlah titik rawan genangan di Kota Pahlawan.
Menurut Adi, enam proyek rumah pompa telah menyelesaikan proses lelang, sementara dua lokasi lainnya masih dalam tahap lelang. “Yang masih proses lelang ada di kawasan Gereja Bethany dan Jalan Panjang Jiwo. Selebihnya sudah selesai,” kata Adi, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, setelah proses lelang rampung, pengerjaan fisik rumah pompa ditargetkan mulai dilakukan pada Mei 2026. Pemkot Surabaya menargetkan seluruh pembangunan selesai sebelum musim hujan tiba. “Kami harapkan semuanya sudah selesai sebelum musim hujan datang,” ujarnya.
Adi menambahkan, spesifikasi dan sistem teknis rumah pompa yang dibangun tahun ini tidak jauh berbeda dibanding proyek tahun sebelumnya. Namun demikian, Pemkot Surabaya memperketat proses pengadaan dengan tidak lagi melibatkan kontraktor yang sebelumnya masuk daftar hitam atau blacklist.
Kontraktor yang dikenai sanksi blacklist pada proyek rumah pompa tahun lalu dipastikan tidak dapat mengikuti tender pembangunan tahun ini.
“Ada dua kontraktor yang sebelumnya mengerjakan rumah pompa di Jalan A. Yani dan Tengger Kandangan yang masuk blacklist, sehingga tidak bisa ikut pengadaan lagi,” jelasnya.
Penambahan rumah pompa ini menjadi salah satu langkah Pemkot Surabaya dalam memperkuat sistem drainase kota sekaligus mempercepat penanganan banjir di berbagai kawasan rawan genangan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News