
Surabaya, Sabtu 25 April 2026-VNNMedia- Tokoh nasional Anies Baswedan dalam Silaturahmi Ulama, Relawan, dan Dewan Syuro Rihlah Dakwah Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat 24 April 2026 mengungkapkan apresiasinya alan hadirnya para rekan seperjuangan dalam menghadirkan perubahan.
“Ini charging ulang semangat perjuangan kita yang perjalanannya masih panjang. Masa ketika situasi ekonomi kita sedang berat. Tapi karena suasana kebebasanenurun, maka ungkapan ekspresi tersebut kurang terasa,” ujar Anies Baswedan.
Kalau yang berjuang bersama kita, rasanya tidak ada yang menyesal. “Hari ini insya Allah kita bukan rombongan yang menyesal atas perkuangan yang sudah dilakukan saat ini. Hal yang paling mendasar jaga agar barisan terawat dengan baik. Komunikasi interaksi dipertahankan terus. Barisan yang berjuang untuk perubahan kemarin bersiap untuk segala kemungkinan. Insya Allah pertolongan agung akan datang,” terang Anies.
Hari ini dunia sedang dipertontonkan, negara yang paling kuat secara ekonomi melupakan aturan main. “Mau menyerang menyerang saja, mau membatalkan perjanjian global dibatalkan. Dan ini bisa menular. Penghormatan pada aturan main bisa digeser. Teman teman di tata negara sudah membahas bagaimana aturan main digonta ganti untuk kepentingan yang lebih kecil,” ujar Anies.
“Kita yang berjuang di jalur politik harus menjaga barisan dan mengingatkan. Pengamat domestik berani mengungkapkan, tetapi medianya tidak berani menyiarkan. Tanda tanda yang kurang sehat dalam demokrasi,” kata Anies.
Perjuangan tahun 2023 ketika kita berjuang bersama, betapa kekuatan kerelawanan untuk bekerja dengan swadaya swakarya muncul di banyak tempat. “Mereka yang berjuang ini kini tidak pernah menyesal. Mudah mudahan kita di sini diberikan kekuatan untuk istiqomah dalam perjuangan ini,” ujar Anies.
“Yang masih berjalan bersama insya Allah akan tetap istiqomah untuk membersamai dalam perjalanan panjang. Kita membangun Aksi Bersama yang membangun jembatan yang merupakan kebutuhan dasar yang terlupakan di pelosok,” tegasnya.
Anies juga mengisahkan ketika bertugas sebagai gubernur Jakarta menangani jembatan di Srengseng Sawah yang disebut sebagai jembatan Indiana Jones. Saat itu, warga sinis dan pesimis karena sudah beberapa gubernur sebelumnya datang, tapi jembatan tidak kunjung terealisasi, karena jembatannya perbatasan Jakarta dan Jabar.
“Akhirnya saya kumpulkan perusahaan properti untuk membangun. Ketika masa kampanye saya lihat problem ibu hamil meninggal karena tidak ada jembatan. Saatnya yang kemarin berjuang, kita wujudkan dengan wujud yang konkrit. Ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan nanti di Jawa Timur,” ungkap Anies.
Ketua Panitia Dr Dhimam Abror Djuraid mengungkapkan Anies selalu menyempatkan diri berkunjung ke Jawa Timur di tengah jadwal yang sangat padat. “Apresiasi kepada ulama dan tokoh serta yang relawan yang sudah hadir dari seluruh Jawa Timur yang mereka merupakan aktivis rihlah dakwah Jawa Timur. Tiga bulan sekali kita rihlah dan diiisi dengan kajian kajian dan perkembangan isu isu kebangsaan,” ujar Dhimam Abror. (*)
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News