
Tokyo, Sabtu 25 April 2026-VNNMedia- Pemerintah Jepang pada Jumat (24/4) mengumumkan kebijakan untuk kembali melepaskan minyak dari cadangan nasional yang akan dimulai pada 1 Mei mendatang. Langkah ini diambil sebagai kelanjutan dari upaya stabilisasi pasokan setelah penutupan Selat Hormuz secara efektif memicu kekhawatiran besar terhadap ketahanan energi domestik
Melansir NHK News, sebelumnya pemerintah telah melepaskan cadangan minyak yang setara dengan kebutuhan konsumsi nasional selama 30 hari sejak akhir Maret. Dalam kebijakan terbaru ini, pemerintah menambah pelepasan minyak yang setara dengan kebutuhan konsumsi selama 20 hari. Secara keseluruhan, minyak mentah yang akan dilepas berjumlah 5,8 juta kiloliter yang tersimpan di 10 pangkalan di seluruh negeri
Proses distribusi akan dilakukan melalui penjualan kepada empat pedagang grosir utama melalui kontrak diskresioner dengan nilai transaksi mencapai sekitar 540 miliar yen atau setara US$3,4 miliar. Minyak tersebut nantinya akan diolah menjadi bensin dan produk turunan lainnya sebelum dipasok ke pasar luas.
Selain mengandalkan cadangan internal, pemerintah juga telah berhasil mengamankan sumber alternatif di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Minyak mentah asal Amerika Serikat dijadwalkan tiba di Jepang untuk pertama kalinya pada Minggu (26/4)
Seorang pejabat dari Badan Sumber Daya Alam dan Energi menyatakan bahwa langkah-langkah ini, termasuk pengadaan alternatif, diharapkan dapat meyakinkan publik bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memastikan pasokan energi yang stabil
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News