
Tokyo, Rabu 22 April 2026-VNNMedia- Tim peneliti dari Universitas Tohoku mengungkapkan hasil simulasi terkait dampak gempa bermagnitudo 7,7yang mengguncang lepas pantai Sanriku pada Senin (20/4). Hasil studi menunjukkan bahwa gelombang tsunami mencapai beberapa titik di Prefektur Iwate hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah guncangan terjadi
Tim yang dipimpin oleh Lektor Kepala Suppasri Anawat dari Institut Penelitian Internasional Ilmu Bencana tersebut mensimulasikan perambatan gelombang untuk memahami kecepatan rambat tsunami. Berdasarkan data mereka, Pelabuhan Miyako dan sejumlah wilayah pesisir yang berada dekat dengan pusat gempa menjadi area pertama yang terhantam gelombang
Data observasi mencatat tsunami setinggi 80 sentimeter-level tertinggi dalam peristiwa ini-menghantam Pelabuhan Kuji sekitar 30 menit pascagempa. Anawat menjelaskan bahwa lokasi pelabuhan yang sangat dekat dengan pusat gempa menyebabkan gelombang mencapai daratan dengan sangat cepat
Selain faktor jarak, fitur geografis unik di wilayah pelabuhan menyebabkan gelombang setinggi puluhan sentimeter menghantam garis pantai secara berulang kali. Kondisi ini memperpanjang durasi ancaman di wilayah terdampak
Atas temuan ini, Anawat memperingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ukuran gelombang dan segera melakukan evakuasi mandiri setiap kali peringatan tsunami dikeluarkan di masa mendatang. “Masyarakat harus segera mengungsi tanpa menunggu instruksi lebih lanjut jika berada di wilayah rawan,” tegasnya, dilansir dari NHK News
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News