
Manila, Rabu 06 Mei 2026-VNNMedia- Pemerintah Filipina pada hari Rabu (6/5) menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk mengizinkan utusan khusus ASEAN bertemu Aung San Suu Kyi. Selain itu, Filipina juga mendesak adanya transparansi yang lebih besar setelah junta militer mengizinkan Suu Kyi menjalani sisa masa hukumannya di bawah tahanan rumah
“Kami memandang perkembangan ini sebagai langkah penting dalam serangkaian tindakan membangun kepercayaan yang diperlukan untuk stabilitas nasional jangka panjang di Myanmar,” ungkap Filipina, yang menjabat sebagai ketua ASEAN tahun ini, dalam pernyataan resminya, dilansir Channel News Asia mengutip laporan Reuters
Departemen Luar Negeri Filipina menegaskan bahwa Myanmar harus memberikan akses bagi Aung San Suu Kyi untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Langkah ini dinilai penting demi menunjukkan komitmen tulus terhadap rekonsiliasi nasional
Akses bagi utusan khusus ASEAN dianggap sangat krusial untuk mendukung keterlibatan dengan semua pemangku kepentingan, sekaligus memajukan dialog nasional yang inklusif. Filipina juga menyatakan bahwa perkembangan tersebut harus digunakan untuk membangun momentum bagi dialog politik dan rekonsiliasi di Myanmar di bawah kerangka perdamaian ASEAN yang dikenal sebagai Konsensus Lima Poin.
Aung San Suu Kyi sendiri telah ditahan oleh pihak militer sejak pemerintahan terpilihnya digulingkan dalam kudeta pada tahun 2021 lalu. Dia dijatuhi hukuman 27 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas berbagai pelanggaran, yang menurut para sekutunya merupakan tuduhan yang bermotivasi politik.
Masa hukuman penjara yang dijatuhkan kepadanya kemudian dikurangi seperenamnya sebagai bagian dari amnesti bulan lalu untuk ribuan tahanan, yang juga membebaskan sekutunya, mantan Presiden Win Myint
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News