PBB Desak AS-Iran Akhiri Blokade Selat Hormuz

Sekjen PBB António Guterres

New York City, Selasa 28 April 2026-VNNMedia- Masih memanasnya konflik AS-Israel dengan Iran yang memicu pemblokiran Selat Hormuz, di tengah kegagalan berulang diplomasi damai, membuat Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres angkat bicara

Dilansir dari Antara, melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyerukan agar Selat Hormuz segera dibuka, sehingga kapal-kapal dapat melintasinya secara bebas tanpa pungutan apapun, agar perekonomian global dapat kembali pulih

“Sekjen Guterres mendesak semua pihak agar membuka Selat Hormuz, kemudian mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa pungutan dan tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas, kata beliau,” ucap Dujarric, mengutip pernyataan Guterres dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB yang membahas keamanan maritim pada hari Senin (27/4)

Lebih lanjut, Dujarric juga menyampaikan peringatan Gutteres terkait pelayaran komersial yang dijadikan alat untuk menekan pihak lain, yang menyebabkan kebebasan dan hak maritim yang fundamental menjadi terkikis. Gutteres bahkan menyebut bahwa blokade Selat Hormuz sebagai gangguan rantai pasok terburuk sejak pandemi covid-19 dan konflik Ukraina

“Gangguan berkepanjangan beresiko memicu darurat pangan global yang menyebabkan jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan, terancam kelaparan dan kemiskinan, kata Sekjen Guterres,” tambah Dujarric

Diketahui Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respon atas serangan militer gabungan AS-Israel, pada 28 Februari lalu. Pada 13 April 2026, AS secara resmi meluncurkan blokade akses maritim terhadap Iran

Langkah ini bertujuan untuk menekan ekspor minyak Iran sepenuhnya, yang kemudian dibalas Iran dengan memperketat kontrol dan ancaman terhadap kapal dagang yang melintas

Pada tanggal 17 April 2026, Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz setelah adanya kesepakatan gencatan antara Israel dengan Lebanon. Namun kurang dari 24 jam sejak pengumuman, Iran kembali memblokade selat krusial tersebut

baca juga: Selat Hormuz Kembali Dibuka Usai Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Sementara itu, dilansir dari CNN Indonesia, organisasi pangan dunia, FAO, memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu bencana pangan global, seiring terganggunya pengiriman energi dan pupuk yang krusial bagi produksi pertanian

Kepala FAO, Maximo Torero, mengingatkan dampak krisis paling besar akan menghantam negara-negara miskin yang rentan akan lonjakan harga dan kelangkaan pasokan

Data FAO menunjukkan bahwa jalur Selat Hormuz memegang kendali atas 20%- 45% distribusi input agrifood di pasar internasional. Oleh karena itu, segala bentuk gangguan di kawasan tersebut dianggap sebagai ancaman serius bagi ketahanan pangan dunia

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News