
Jakarta, Jumat 07 Agustus 2026-VNNMedia- BPS mencatat adanya penurunan angka backlog kepemilikan rumah bagi rumah tangga Indonesia hingga 3,46 juta unit dalam kurun waktu enam tahun
Seperti diungkap oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam sebuah keterangan resmi yang dikutip oleh Bisnis.com pada hari Rabu (5/8). “Backlog kepemilikan rumah terus mengalami penurunan secara konsisiten sejak tahun 2020 hingga 2026,” jelas Amalia
“Jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah turun dari 12,75 juta rumah tangga pada tahun 2020 menjadi 9,29 juta rumah tangga pada tahun 2026,” tambahnya
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengapresiasi laporan BPS tersebut. Menurutnya, data itu menjadi salah satu rujukan bagi kementeriannya untuk menyusun kebijakan Program 3 Juta Rumah agar semua bantuan pemerintah terkait penyediaan rumah layak bagi masyarakat dapat lebih tepat sasaran
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kebijakan perumahan yang tepat sasaran harus lahir dari data yang kuat. Kita bekerja berbasiskan data, dan terima kasih BPS atas sinergi penuhnya,” kata Ara, dikutip dari Kompas.com
BPS dalam kesempatan tersebut juga melaporkan backlog kelayakhunian rumah secara nasional yang juga menunjukkan penurunan di tahun 2026 menjadi 18,01 juta rumah tangga, turun 4,05% (762.762), dibanding tahun lalu
Berdasarkan wilayah, BPS menyebut ada tiga provinsi yang menjadi penyumbang terbesar backlog kelayakhunian di Indonesia, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News