
Berlin, Selasa 05 Mei 2026-VNNMedia- Setelah pada pertengahan April lalu, Jerman dilaporkan ikut dalam misi internasional untuk mengamankan pelayaran di Selat Homuz, pada hari Senin (4/5), negara tersebut resmi mengirimkan “Fulda” yang merupakan kapal penyapu ranjau
baca juga: Amankan Selat Hormuz, Kapal Perang Jerman Resmi Bergabung dalam Misi Dunia
Namun alih-alih menuju Selat Hormuz, “Fulda” yang membawa sedikitnya 40 personel, termasuk awak spesialis penyapu ranjau, dikabarkan malah menuju Laut Mediterania, setelah dilepas dari pangkalan Kiel di Jerman Utara, seperti dilaporkan media Jerman, NDR
Laporan tersebut dipertegas dengan pernyataan Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, dalam konferensi persnya kemarin. “Memang benar, Fulda, kapal penyapu ranjau, berangkat menuju Laut Mediterania, bukan ke Selat Hormuz, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelas Pistorius
Meski begitu, ia tidak menampik jika “Fulda” bisa saja dikerahkan ke Selat Hormuz untuk ikut ambil bagian dalam misi internasional mengamankan pelayaran di selat yang saat ini dalam blokade Iran itu. Dalam kesempatan tersebut, Pistorius juga menegaskan bahwa Jerman tidak akan turut serta dalam operasi militer untuk Selat Hormuz yang digagas Amerika Serikat (AS)
Sebagai informasi, pada hari Minggu (3/5), Donald Trump mengumumkan sebuah operasi militer untuk Selat Hormuz yang dinamakan ‘Project Freedom, dengan tujuan membantu kapal-kapal melintasi selat tersebut dengan selamat
Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan jika untuk operasi tersebut, Pentagon akan mengerahkan kapal perusak rudal berpemandu, 100 lebih pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 tentara
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News