
Washington DC, Selasa 05 Mei 2026-VNNMedia- Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa perekonomian dunia terancam berada dalam titik terendah seandainya perang Iran berlanjut hingga tahun depan
Melansir Antara, memakai asumsi harga minyak di kisaran US$125 per barel untuk tahun 2027 dengan kondisi perang Iran masih berlangsung, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memastikan ekonomi global akan berada di level sangat buruk
“Jika situasi ini berlanjut hingga 2027 dan harga minyak berada di sekitar US$125 per barel, kurang lebihnya, maka kita harus menunggu hasil yang jauh lebih buruk,” ujar Georgieva di acara Milken Institute, Senin (4/5)
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa dampak dari skenario tersebut adalah kenaikan inflasi yang signifikan, yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas ekspektasi inflasi di pasar
TPFx dalam laporan hari ini mengatakan jika eskalasi konflik di Timur Tengah memicu lonjakan tajam harga minyak pada pembukaan pekan, seiring meningkatnya kekhawatiran atas stabilitas pasokan energi global
Ketegangan memuncak setelah Iran mengintensifkan operasi militer di Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling krusial di dunia. Kondisi ini mendorong harga minyak mentah Brent melonjak 5,8% ke level US$114,44 per barel, sementara WTI menguat 4,4% menjadi US$106,42 per barel
Situasi kian memanas setelah Presiden Donald Trump mengumumkan misi ‘Project Freedom’ oleh Angkatan Laut AS untuk mengamankan jalur tersebut, mengakhiri periode gencatan senjata yang sempat berlangsung sebelumnya
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News