
SURABAYA, 8 MEI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul menjadi kunci utama untuk mendorong Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan pusat orkestrasi rantai nilai nasional. Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah di Surabaya, Rabu (7/5/2026).
Menurut Khofifah, pembangunan sektor kemaritiman harus ditopang SDM yang adaptif, kompetitif, dan mampu menguasai teknologi modern, terutama di tengah percepatan transformasi industri maritim dan ekonomi biru.
“Penguatan sektor kemaritiman harus ditopang oleh SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Inilah kunci agar Jawa Timur mampu memainkan peran strategis dalam industri pertahanan maritim nasional,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, Jawa Timur memiliki kekuatan besar di sektor agro-maritim, industri perkapalan, hingga pariwisata bahari sebagai provinsi dengan industri pengolahan terbesar kedua di Indonesia.
Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas untuk mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan konsep blue economy atau ekonomi biru, yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara produktif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kita harus beralih pada paradigma ekonomi biru, yaitu pemanfaatan sumber daya kelautan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Khofifah menyebut nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur pada 2024 mencapai 60,54 dan terus diarahkan meningkat hingga target jangka panjang 2045.
Selain sektor industri kelautan dan pariwisata bahari, Khofifah juga menyoroti besarnya peluang kerja di bidang maritim, termasuk profesi underwater welding atau pengelasan bawah air yang saat ini memiliki permintaan tinggi di pasar global.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak SDM maritim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki stabilitas psikologis dalam pengoperasian teknologi modern.
“Banyak negara membutuhkan tenaga pengelasan bawah air. Karena itu diharapkan Universitas Hang Tuah bisa mentraining underwater welding,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah Avando Bastari menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan SDM, riset, dan inovasi sektor kemaritiman.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News