
JAKARTA, 9 JUNI 2026 – VNNMedia – Kepala Badan Gizi Nasional yang baru dilantik, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui langkah efisiensi anggaran, penataan dapur layanan, dan penyempurnaan sasaran penerima manfaat.
Pernyataan tersebut disampaikan Nanik usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Dalam menjalankan tugasnya, Nanik akan didampingi Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono.
Nanik mengatakan efisiensi menjadi salah satu fokus utama agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan optimal tanpa menambah beban anggaran negara. Meski demikian, upaya penghematan tersebut dipastikan tidak akan mengurangi target pemenuhan gizi yang menjadi tujuan utama program.
Sebagai langkah awal, BGN akan melakukan moratorium sementara terkait pengembangan dapur MBG guna mengevaluasi kebutuhan riil di lapangan. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan jumlah dapur yang tersedia telah sesuai dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing daerah.
Menurut Nanik, penataan ulang tersebut penting agar tidak terjadi kelebihan kapasitas layanan maupun pembangunan fasilitas yang tidak sesuai kebutuhan.
Selain itu, BGN juga akan melakukan refocusing atau peninjauan ulang data penerima manfaat. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan gizi lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.
Ia menjelaskan evaluasi akan dilakukan terhadap jumlah penerima manfaat yang saat ini tercatat sekitar 63 juta orang. Pemerintah akan memastikan apakah seluruh data tersebut benar-benar mencerminkan kelompok yang membutuhkan atau perlu dilakukan penyesuaian agar cakupan program lebih efektif.
“Tidak hanya fokus pada efisiensi dan sasaran penerima, BGN juga akan memperkuat aspek kualitas pelaksanaan program MBG,” ujarnya. Nanik menegaskan tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan standar layanan dibanding sekadar mengejar penambahan jumlah dapur.
Karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi untuk memastikan seluruhnya menjalankan kegiatan sesuai petunjuk teknis dan standar yang ditetapkan pemerintah.
Sementara untuk memperluas jangkauan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), BGN berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu opsi yang disiapkan adalah menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk perusahaan milik negara maupun swasta.
Selain pendanaan CSR, BGN juga membuka peluang dukungan dari hibah internasional dan kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di daerah-daerah yang belum terjangkau investasi.
Melalui berbagai langkah tersebut, BGN menargetkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan unggul.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News