
Teheran, Jumat 01 Mei 2026-VNNMedia- Iran siap kembali duduk di meja perundingan asalkan Amerika Serikat (AS) menghentikan pendekatan “minimalis”. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berbicara dengan Perdana Mentri (PM) Jepang Sanae Takaichi lewat sambungan telepon
Dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, dalam dialog tersebut, Pezeshkian juga menyampaikan bahwa pembajakan maritim yang dilakukan AS terhadap kapal-kapal Iran harus dikecam dan dan dihentikan
Kepada Sanae, Pezeshkian membeberkan kejahatan perang AS dan Israel selama 40 hari melawan Iran, termasuk pembunuhan pemimpin tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, serta serangan terhadap warga sipil termasuk penargetan infrastruktur publik dan fasilitas nuklir ‘damai’ yang dilindungi Badan Energi Atom Internasional (IAEA)
Mengenai Selat Hormuz, Pezeshkian mengaitkan ketidakamanan di Teluk dan Selat Hormuz dengan tindakan agresif AS dan Israel terhadap negaranya. Ia menyerukan agar dunia internasional berani mengambil sikap yang jelas dan tegas mengenail blokade maritim yang dilakukan AS atas pelabuhan Iran
Sementara itu, PM Sanae Takaichi pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Jepang mengutamakan kelanjutan hubungan bilateral yang bersahabat dan stabil dengan Iran serta mengucapkan terima kasih dan memuji Iran karena telah mengizinkan sebuah kapal Jepang melintasi Selat Hormuz, dan meminta jaminan keselamatan bagi kapal-kapal Jepang lainnya
Takaichi pun mengungkapkan ekspektasinya agar Iran dan AS kembali duduk di meja perundingan demi mewujudkan kesepakatan damai yang bersifat permanen
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News