
Washington DC, Rabu 06 Mei 2026-VNNMedia- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik publikasi studi terkait keamanan vaksin COVID-19 dan herpes zoster
Langkah di bawah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) ini memicu ketegangan publik mengenai independensi sains di bawah kepemimpinan Menteri Robert F. Kennedy Jr., seperti dilansir dari abc NEWS
Juru bicara HHS menyatakan bahwa studi tersebut ditarik karena penulis membuat kesimpulan luas yang tidak didukung data mendasar. Tindakan ini diklaim murni untuk menjaga integritas proses ilmiah dan memastikan standar tinggi di lembaga tersebut
Namun, keputusan ini dikritik keras oleh komunitas ilmiah. Mantan pejabat CDC, Dr. Fiona Havers, menyebut langkah ini sebagai pola nyata dari pimpinan HHS untuk memblokir studi berkualitas tinggi yang tidak mendukung narasi anti-vaksin mereka. Ia menyayangkan adanya sensor terhadap sains yang didanai oleh pembayar pajak
Sebelum dan sesudah menjabat, Robert F. Kennedy Jr. memang kerap meragukan efektivitas vaksin, bahkan sempat menyebut vaksin COVID-19 sebagai yang paling mematikan tanpa dasar ilmiah. Padahal, otoritas kesehatan menegaskan vaksin COVID-19 telah melalui uji klinis masif yang membuktikan manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya
Penarikan studi ini menambah daftar kebijakan kontroversial Kennedy. Sebelumnya, ia telah membatalkan dana federal sebesar US$500 juta untuk pengembangan vaksin mRNA serta merombak total keanggotaan komite penasihat vaksin CDC dengan figur yang skeptis
Beberapa kebijakan komite baru tersebut, termasuk pengurangan jadwal suntikan vaksin anak dari 17 menjadi 11, saat ini sedang dibekukan oleh hakim federal
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News