Ekspor Urea Indonesia ke Australia Tembus 1 Juta Ton

JAKARTA, 23 April 2026 – VNNMedia – Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Anthony Albanese atas keputusan Indonesia memulai ekspor pupuk urea ke Australia. Apresiasi tersebut disampaikan langsung melalui sambungan telepon pada Selasa sore (21/4/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pada tahap awal Indonesia akan mengekspor sebanyak 250 ribu ton urea ke Australia. “PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Presiden terkait ekspor urea sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Tak hanya ke Australia, pemerintah juga tengah memperluas pasar ekspor pupuk ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand, dan Brasil. Total komitmen ekspor yang disiapkan mencapai sekitar 1 juta ton.

Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya di sektor pupuk. Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan ekspor dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu kebutuhan domestik.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi urea nasional saat ini mencapai 7,8 juta ton per tahun, sementara kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton. Artinya, terdapat surplus yang dapat dimanfaatkan untuk pasar ekspor.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai ekspor urea tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, tetapi juga tetap menjaga ketahanan pasokan bagi petani di dalam negeri.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian nasional.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News