
JAKARTA, 6 Mei 2026 — VNNMedia – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka, Selasa (5/5/2026), untuk membahas kondisi ekonomi nasional yang tercatat tetap solid pada kuartal I 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen—melampaui ekspektasi sejumlah lembaga yang sebelumnya memproyeksikan di kisaran 5,2 persen. Angka ini juga disebut lebih tinggi dibanding sejumlah negara anggota G20.
Menurut Airlangga, kinerja ekonomi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Sejumlah sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, konstruksi, pertanian, hingga jasa lainnya juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat.
Dari sisi makroekonomi, pemerintah mencatat inflasi terkendali di level 2,42 persen pada Maret 2026, turun dari periode sebelumnya 3,48 persen. Selain itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49 persen dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,55 persen, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti dinamika arus modal keluar (capital outflow) di pasar keuangan. Pemerintah bersama otoritas terkait telah mengidentifikasi faktor pemicu dan menyiapkan langkah mitigasi guna menjaga stabilitas.
Koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan pun diperkuat, khususnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan nasional.
Selain itu, pemerintah memastikan revisi aturan terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) segera diberlakukan mulai 1 Juni 2026. Kebijakan tersebut mewajibkan penempatan DHE SDA di perbankan dalam negeri dengan konversi maksimal 50 persen ke rupiah, sebagai langkah memperkuat likuiditas domestik.
Dengan berbagai indikator yang tetap terjaga, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berlanjut sepanjang 2026.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News