AS Jatuhkan Sanksi Baru Terkait Penjualan Minyak Iran ke China Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping

ilustrasi kapal tanker

Washington DC, Selasa 12 Mei 2026-VNNMedia- Pemerintah Amerika Serikat resmi mengumumkan sanksi terhadap tiga individu dan sembilan perusahaan yang dituduh membantu pengiriman minyak Iran ke China pada Senin (11/5)

Dilansir dari Channel News Asia, entitas yang menjadi sasaran Departemen Keuangan AS ini mencakup perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Washington untuk memutus jalur keuangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris

Sanksi terbaru ini menargetkan jaringan perusahaan fiktif yang digunakan IRGC untuk menyamarkan penjualan dan pengiriman minyak jatah pemerintah Iran ke pasar China

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) menyatakan bahwa individu yang terkena sanksi bekerja untuk markas minyak IRGC di Shaid Purja’fari dan mengoordinasikan pembayaran melalui perusahaan samaran untuk menghindari pengawasan internasional

Tindakan ini juga memperluas tekanan yang sebelumnya telah dilakukan terhadap perusahaan Golden Globe di Turki pada Juli 2025

Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahan Trump akan terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Tujuan utamanya adalah untuk menghentikan pendanaan bagi program senjata, nuklir, dan kelompok proksi yang dianggap menggoyahkan stabilitas kawasan serta ekonomi global

Bessent menyatakan komitmen pemerintah untuk memutus total hubungan rezim Iran dari jaringan keuangan internasional yang digunakan untuk mendanai aksi terorisme

Pengumuman ini muncul di momen diplomatik yang krusial, hanya beberapa hari sebelum rencana pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Xi Jinping

Dalam pertemuan tersebut, Trump diperkirakan akan mendesak pemimpin China untuk membantu meredakan ketegangan dengan Iran dan mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia

Langkah tegas Departemen Keuangan ini memberikan pesan kuat mengenai posisi Amerika Serikat terhadap keterlibatan pihak asing dalam rantai pasok energi Iran sebelum dialog tingkat tinggi tersebut berlangsung

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News