
SURABAYA, 9 JUNI 2026 – VNNMedia – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut delegasi The 26th Meeting of Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS) Coordinating Council dari berbagai negara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (8/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Emil menegaskan komitmen Jawa Timur untuk mendukung pengembangan sains dan teknologi sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
COMSATS merupakan organisasi internasional yang berfokus pada penguatan kapasitas sains dan teknologi di negara-negara berkembang.
Forum tahun ini dihadiri delegasi dari berbagai negara, antara lain Pakistan, Kazakhstan, China, Sudan, Suriah, Sri Lanka, Jamaika, Nigeria, Tanzania, Bangladesh, Gambia, dan Indonesia. Indonesia diwakili oleh Agus Muhammad Hatta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Menurut Emil, istilah Global South tidak sekadar menggambarkan wilayah geografis, melainkan mencerminkan kekuatan baru yang tengah tumbuh dalam lanskap global. Ia menilai perkembangan sains dan teknologi kini tidak lagi hanya didominasi negara-negara maju.
“Global South merepresentasikan kekuatan yang terus berkembang. Kita melihat bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kini semakin banyak lahir dari negara-negara berkembang,” ujarnya.
Sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia, Jawa Timur, kata Emil, berkomitmen mengambil bagian dalam transformasi tersebut.
Ia menyebut Jawa Timur menyumbang sekitar seperenam perekonomian nasional dan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik, termasuk melalui kemitraan dengan ITS yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan COMSATS Coordinating Council tahun ini.
Dalam sambutannya, Emil juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi masyarakat global.
Menurutnya, AI telah menjadi topik yang banyak dibicarakan, namun dampak jangka panjangnya masih menyimpan berbagai ketidakpastian. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dibarengi dengan antisipasi dan tata kelola yang tepat agar tidak menimbulkan risiko bagi kehidupan sosial maupun ekonomi.
Selain itu, Emil menegaskan bahwa perkembangan sains dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial dan politik. Ia menyoroti tantangan penyebaran informasi palsu yang semakin cepat melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi digital.
Meski demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang apabila masyarakat mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis. Peran para peneliti dan akademisi dinilai sangat penting dalam memastikan perkembangan teknologi memberikan manfaat bagi kemajuan dunia, khususnya bagi negara-negara di kawasan Global South.
“Kontribusi para ilmuwan dan peneliti sangat strategis dalam menentukan arah masa depan sains dan teknologi. Kami berharap pertemuan dan konferensi ini menghasilkan kolaborasi serta rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan global,” katanya.
Sementara itu, Executive Director COMSATS, Mohammad Nafees Zakaria, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai dukungan yang diberikan menjadi bukti komitmen daerah terhadap tujuan dan misi COMSATS dalam memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi di negara-negara berkembang.
Menurut Zakaria, selama lebih dari tiga dekade COMSATS telah mencatat berbagai capaian penting. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang riset, inovasi, dan teknologi.
Ia optimistis kehadiran para peneliti, akademisi, serta perwakilan pusat-pusat sains dan teknologi dari berbagai negara akan memperkuat langkah bersama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News