
JAKARTA, 8 JUNI 2026 – VNNMedia – Pemerintah menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1,2 triliun untuk membantu pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp600 miliar pada 2026 dan Rp600 miliar pada 2027. Program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
“Banpres akan ada dua tahap, tahap pertama sebesar Rp600 miliar di tahun 2026, dan tahap kedua dengan jumlah yang sama di tahun 2027,” ujar Maman di Jakarta.
Menurutnya, anggaran bantuan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi bagian dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (Renduk PRRP) untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui program rehabilitasi ekonomi tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 200 ribu pelaku usaha mikro memperoleh bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp3 juta per orang.
Maman menjelaskan, bantuan modal tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses pembiayaan dari perbankan. Sementara pelaku UMKM yang telah memperoleh kredit atau pembiayaan perbankan akan mendapatkan penanganan melalui skema yang tersedia di sektor keuangan.
“Bantuan modal senilai Rp3 juta hanya diberikan kepada pengusaha yang belum mengakses pembiayaan perbankan. Sementara bagi yang sudah memperoleh akses pembiayaan bank, penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang tersedia di sektor perbankan,” katanya.
Untuk menjamin penyaluran bantuan tepat sasaran, Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan melakukan pendataan serta verifikasi calon penerima manfaat.
Pemerintah berharap program Banpres tersebut dapat membantu pelaku UMKM memulihkan aset usaha yang rusak, mengganti peralatan produksi, serta memperkuat modal kerja sehingga kegiatan ekonomi masyarakat terdampak bencana dapat kembali pulih dan berkembang.
Maman menegaskan, pemerintah berkomitmen memastikan para pelaku UMKM yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan usahanya secara produktif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah ingin memastikan para pengusaha UMKM yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk kembali produktif, memperkuat usahanya, dan melanjutkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News