Atlet Muda MPI Jatim Bersinar di Kejuaraan Asia, Raih Perak dan Perunggu Meski Minim Anggaran

SURABAYA, 24 Mei 2026 – VNNMedia – Pengurus Provinsi Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur mulai menunjukkan perkembangan positif di level internasional. Meski masih menghadapi keterbatasan anggaran pembinaan, atlet-atlet muda MPI Jatim mampu mencatat prestasi membanggakan pada ajang 2026 AMPC U17 & U19 Asian Championships dengan membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu.

Medali perak diraih Ahmad Hafizh Muzakiyy pada nomor U17 Men Team, sedangkan medali perunggu disumbangkan Steven Abrian Pamaluang. Ketua Umum Pengprov MPI Jatim, Dwi Eko Kistiono, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet muda Jawa Timur memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat Asia.

“Untuk saat ini ada dua atlet Jatim yang membawa medali. Ahmad Hafizh Muzakiyy meraih perak di nomor U17 Men Team dan Steven Abrian Pamaluang meraih perunggu,” ujar Dwi Eko saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan para atlet muda tersebut menjadi modal penting bagi masa depan modern pentathlon Jawa Timur. Apalagi, sebagian besar atlet yang diturunkan masih berada dalam usia pembinaan. “Di usia mereka saat ini, mereka sudah bisa meraih medali di ajang internasional. Ini menunjukkan potensi mereka sangat besar,” katanya.

Pada kejuaraan Asia tersebut, MPI Jatim mengirim sembilan atlet. Selain dua peraih medali, beberapa atlet lain juga berhasil lolos ke babak final yang dinilai menjadi indikator peningkatan kualitas pembinaan di internal tim.

Dwi Eko optimistis pengalaman bertanding di level internasional akan meningkatkan mental dan kemampuan atlet-atlet muda Jawa Timur untuk menghadapi event berikutnya. “Tinggal menambah jam terbang mereka. Anak-anak ini punya peluang besar menjadikan MPI Jatim sebagai ladang medali emas di berbagai event,” tegasnya.

Adapun sembilan atlet yang memperkuat MPI Jatim pada ajang tersebut yakni Nisrina Aira Firdaus, Defiana Tharissa Ananda, Tahta Kirana Kalila Safa, Yoganda Hanif Aydin Afif, Reybda Abhita Kuswoyo, Ahmad Hafizh Muzakiyy, Steven Abrian Pamaluang, Ade Stevano Dwi Caesar Wira YS, dan Firman Wahyu Ramadhan.

Di balik prestasi tersebut, MPI Jatim masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran pembinaan karena modern pentathlon masih tergolong cabang olahraga baru. “Karena ini cabor baru, dana untuk persiapan memang sangat minim,” ungkap Dwi Eko.

Meski demikian, MPI Jatim tetap berupaya meningkatkan kualitas atlet melalui evaluasi teknis dan penambahan jam latihan guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara kuat Asia.

Menurut Dwi Eko, kekuatan utama atlet Jawa Timur saat ini berada pada nomor swimming, obstacle putra, dan endurance. Ahmad Hafizh Muzakiyy disebut sebagai salah satu atlet paling kompetitif milik Jawa Timur di kejuaraan tersebut.

Sementara itu, Steven Abrian Pamaluang dinilai memiliki kemampuan renang level Asia, meski masih membutuhkan peningkatan pada nomor fencing, konsistensi obstacle, dan efisiensi shooting laser run. “Gap utama dengan negara-negara Asia Tengah masih ada di fencing, konsistensi obstacle, dan efisiensi shooting laser run. Itu yang akan menjadi fokus evaluasi kami,” pungkasnya.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia