
SURABAYA, 24 Mei 2026 – VNNMedia – Pengurus Hapkido Indonesia Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pembinaan atlet melalui peningkatan kualitas pelatih. Salah satunya dilakukan lewat seminar Mugihyung yang diikuti 20 pelatih Hapkido di Surabaya sebagai bagian dari upaya memperbaiki performa Jawa Timur di nomor seni, khususnya Mugihyung atau seni jurus menggunakan senjata.
Ketua Hapkido Indonesia Jawa Timur, Ivan Risvianto, mengatakan nomor Mugihyung menjadi perhatian serius karena kontribusi medali Jawa Timur di kategori tersebut masih belum maksimal dibanding nomor tarung. “Kita lemah di nomor ini. Saya ingin Jawa Timur bisa setara, bahkan lebih baik dari provinsi lain,” ujar Ivan saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Dalam seminar itu, para pelatih mendapatkan pembekalan langsung dari Grandmaster Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar hingga pengembangan metode latihan nomor seni bersenjata. Adapun nomor Mugihyung mempertandingkan berbagai jenis senjata seperti tongkat ganda, pedang, dan tongkat panjang yang membutuhkan teknik khusus serta ketepatan gerakan.
Menurut Ivan, selama ini Jawa Timur dikenal cukup kuat di nomor tarung, namun belum mampu mendominasi nomor seni. Padahal, nomor seni memiliki kontribusi penting dalam perolehan medali di berbagai kejuaraan nasional. “Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga pemahaman menyeluruh. Karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada nomor seni, baik tangan kosong maupun senjata,” katanya.
Ia menilai peningkatan kualitas pelatih menjadi langkah awal yang sangat penting untuk menciptakan atlet-atlet seni yang kompetitif. Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengapresiasi langkah Hapkido Jatim yang terus meningkatkan kualitas sumber daya pelatih melalui seminar dan pembinaan berkelanjutan.
Menurut Nabil, pelatih memiliki peran vital dalam membentuk prestasi atlet, tidak hanya dari sisi teknik bertanding tetapi juga mental dan karakter. “Pelatih harus mampu mentransformasikan keterampilan, sekaligus membangun mental, moral, dan sikap atlet,” kata Nabil.
Ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme pelatih dalam proses pembinaan olahraga prestasi. “Pelatih harus profesional. Bagaimana melahirkan atlet profesional jika pelatihnya sendiri belum maksimal,” tegasnya.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia