Bromo dan Ijen Jadi Andalan Jatim Gaet Wisatawan Dunia di Forum Asia Pasifik

KENDARI, 10 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat promosi pariwisata berkelanjutan atau ecotourism di tingkat internasional. Salah satunya melalui promosi destinasi unggulan Gunung Bromo dan Kawah Ijen dalam forum UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026 di Kendari.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Jawa Timur saat ini fokus mengembangkan sektor wisata berbasis keberlanjutan yang mengutamakan pelestarian lingkungan, budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Emil, konsep ecotourism menjadi strategi penting agar destinasi wisata Jawa Timur mampu bersaing di pasar global sekaligus menjaga kelestarian alam.

“Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat yang indah, tetapi juga pengalaman yang autentik dan berkelanjutan. Karena itu Jawa Timur mengembangkan pariwisata yang tetap menjaga alam dan budaya lokal,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam forum internasional tersebut, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Bromo dan Ijen terus dibenahi melalui penguatan tata kelola wisata, pengaturan jumlah pengunjung, hingga pembangunan infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan.

Di kawasan Bromo, Pemprov Jatim melakukan penataan jalur jeep wisata dan pembangunan parkir terpusat untuk menjaga kelestarian kawasan lautan pasir dan ekosistem pegunungan.

Sedangkan di kawasan Ijen, diterapkan sistem kuota wisatawan dan kampanye kebersihan lingkungan guna menjaga keberlanjutan geopark.

Pendekatan ecotourism tersebut dinilai berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan. Sepanjang 2025, kawasan Bromo dikunjungi lebih dari 768 ribu wisatawan domestik dan 36 ribu wisatawan mancanegara.

Sementara kawasan Ijen menerima lebih dari 116 ribu wisatawan domestik dan 54 ribu wisatawan asing.

Tak hanya itu, Emil juga mempromosikan destinasi wisata alam lainnya seperti Taman Nasional Baluran, Air Terjun Tumpak Sewu dan Pantai Sukamade.

Selain wisata alam, Jawa Timur juga memperkenalkan kekayaan budaya lokal masyarakat Suku Tengger yang selama ini hidup berdampingan dengan alam dan menjaga tradisi leluhur.
Emil menambahkan, pengembangan desa wisata dan festival budaya juga terus diperkuat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Beberapa agenda budaya seperti Festival Gegeni di kawasan Bromo Tengger Semeru dan Festival Kumoro di kawasan Ijen Geopark disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas wisata Jawa Timur di mata dunia.

“Kekuatan wisata Jawa Timur bukan hanya panorama alamnya, tetapi juga budaya dan keramahan masyarakat yang membuat wisatawan memiliki pengalaman berbeda,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News