
SURABAYA, 10 MEI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp2,508 miliar kepada buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II Surabaya, Sabtu (9/5/2026).
Sebanyak 2.508 pekerja menerima bantuan masing-masing Rp1 juta sebagai bagian dari program perlindungan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi pekerja sektor industri hasil tembakau.
Khofifah mengatakan penyaluran BLT DBHCHT tersebut merupakan tahap kedua untuk pekerja pabrik rokok di Kota Surabaya pada tahun anggaran 2026. Sebelumnya, bantuan serupa juga diberikan kepada buruh pabrik rokok PT Gelora Djaja.
“Buruh pabrik rokok memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja,” kata Khofifah.
Menurutnya, program BLT DBHCHT menjadi bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja sekaligus memperluas perlindungan sosial masyarakat di sektor industri hasil tembakau.
Khofifah menegaskan bantuan tersebut bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah agar para pekerja tetap memiliki daya tahan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.
“Program BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada tahun 2026, penyaluran BLT DBHCHT di Kota Surabaya menyasar 3.841 pekerja pabrik rokok di tiga perusahaan dengan total bantuan mencapai Rp3,841 miliar.
Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, program BLT DBHCHT menjangkau 10.324 pekerja di 65 perusahaan rokok yang tersebar di 25 kabupaten/kota dengan total anggaran Rp10,324 miliar melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menjelaskan, total bantuan sosial Pemprov Jatim sepanjang 2026 mencapai Rp171,269 miliar. Khusus Kota Surabaya memperoleh alokasi bansos sebesar Rp5,947 miliar, termasuk BLT DBHCHT lintas wilayah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai kebutuhan pokok, pendidikan anak hingga kesehatan.
“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan kesejahteraan bersama. Tetap semangat bekerja, menjaga produktivitas, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,” pesannya.
Khofifah juga mengapresiasi dukungan perusahaan, serikat pekerja, pemerintah daerah dan perbankan dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan program BLT DBHCHT menjadi bagian dari implementasi program Nawa Bhakti Satya melalui penguatan perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat pekerja di Jawa Timur.
Ia turut menyoroti peran penting buruh perempuan di industri hasil tembakau yang dinilai tidak hanya membantu perekonomian daerah, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News