
JAKARTA, 25 APRIL 2026 – VNNMedia – Karya sastra Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Novel Mountains More Ancient (Sapaan Sang Giri) karya Isna Marifa berhasil masuk daftar pendek (shortlist) Chommanard International Women’s Literary Award 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.
Penghargaan ini merupakan ajang bergengsi yang ditujukan bagi penulis perempuan dari kawasan ASEAN, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan, dengan penilaian mencakup kualitas sastra, relevansi budaya, serta dampak sosial karya.
Isna Marifa mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. “Ini seperti mimpi bisa masuk dalam daftar bersama penulis-penulis hebat. Pengakuan ini menunjukkan cerita dalam novel ini relevan secara global,” ujarnya.
Masuknya novel ini ke dalam daftar pendek semakin memperkuat posisi sastra Indonesia di panggung internasional, khususnya karya dari penulis perempuan. Sebelumnya, Ratih Kumala juga meraih penghargaan yang sama melalui novel Gadis Kretek.
Novel Mountains More Ancient mengangkat kisah sejarah berlatar tahun 1751, tentang perjalanan seorang anak bernama Wulan yang dipaksa meninggalkan tanah airnya menuju Cape Colony, Afrika Selatan. Cerita ini menggambarkan perjuangan mempertahankan identitas, memori, dan budaya di tengah komunitas multikultural yang kelak dikenal sebagai Cape Malay.
Karya ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Sapaan Sang Giri pada 2020 oleh Penerbit Ombak, sebelum kemudian dirilis dalam versi bahasa Inggris oleh Kabar Media pada 2022 dan dicetak ulang pada 2024.
Sejumlah tokoh turut memberikan apresiasi terhadap novel ini. Pianis dan komponis Ananda Sukarlan menilai buku tersebut tidak hanya kuat secara cerita, tetapi juga menyentuh karena berakar pada sejarah dan nilai budaya.
Sementara pemerhati sosial Halida Nuriah Hatta menyebut karya ini mampu menggugah emosi pembaca dan menghadirkan kembali sisi kelam sejarah perbudakan yang jarang terungkap.
Terpilihnya novel ini mencerminkan meningkatnya minat dunia terhadap fiksi sejarah Indonesia, terutama yang mengangkat tema kolonialisme, diaspora, dan hubungan manusia dengan tanah asal.
Pemenang Chommanard International Women’s Literary Award 2026 dijadwalkan diumumkan pada malam penganugerahan 3 April 2026 di Bangkok, Thailand.
Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa karya sastra Indonesia semakin diperhitungkan secara global dan mampu menghadirkan narasi lokal yang relevan bagi pembaca dunia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News