Pakar Peringatkan Satu Juta Warga Terancam Kehilangan Rumah Jika Gempa Besar Guncang Tokyo

Kerusakan akibat gempa di kota Kobe, Jepang, tahun 1995 (Wikipedia)

Tokyo, Minggu 19 April 2026-VNNMedia- Profesor Sato Keiichi, seorang pakar pencegahan bencana perkotaan dari Universitas Senshu Jepang, mengeluarkan peringatan serius mengenai dampak gempa besar yang berpotensi melanda wilayah Tokyo dan sekitarnya

Melansir NHK News, berdasarkan hasil simulasi terbarunya, lebih dari satu juta orang diperkirakan akan kehilangan tempat tinggal selama lebih dari enam bulan jika bencana dahsyat tersebut terjadi

Penelitian ini menggunakan data perkiraan kerusakan pemerintah dengan asumsi terjadi gempa bumi yang berpusat tepat di bawah wilayah ibu kota. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sekitar 4,75 juta orang di Tokyo serta tiga prefektur tetangga, yakni Kanagawa, Saitama, dan Chiba, akan mengalami kerusakan rumah hingga tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,18 juta orang diprediksi tetap tidak memiliki tempat tinggal meski enam bulan telah berlalu sejak bencana terjadi

Laporan Profesor Sato menyoroti beberapa faktor utama yang menyebabkan krisis hunian ini, di antaranya adalah keterbatasan lahan untuk membangun perumahan sementara di area perkotaan yang padat

Selain itu, kapasitas rumah sewa komersial diprediksi tidak akan mampu menampung jumlah pengungsi yang sangat besar. Kondisi ini diperparah oleh ancaman kenaikan harga material dan kekurangan tenaga kerja yang dapat menghambat proses perbaikan rumah warga

Sebagai langkah mitigasi, Profesor Sato mengusulkan percepatan upaya penguatan bangunan agar lebih tahan gempa dan api, serta pembangunan rumah sementara bertingkat untuk menyiasati keterbatasan lahan

Ia juga menekankan pentingnya sistem evakuasi lintas wilayah yang memungkinkan warga mengungsi ke kota lain. Menurutnya, respons cepat sangat diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan untuk kembali ke kehidupan normal setelah bencana melanda

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News