
Tokyo, Minggu 19 April 2026-VNNMedia- Profesor Sato Keiichi, seorang pakar pencegahan bencana perkotaan dari Universitas Senshu Jepang, mengeluarkan peringatan serius mengenai dampak gempa besar yang berpotensi melanda wilayah Tokyo dan sekitarnya
Melansir NHK News, berdasarkan hasil simulasi terbarunya, lebih dari satu juta orang diperkirakan akan kehilangan tempat tinggal selama lebih dari enam bulan jika bencana dahsyat tersebut terjadi
Penelitian ini menggunakan data perkiraan kerusakan pemerintah dengan asumsi terjadi gempa bumi yang berpusat tepat di bawah wilayah ibu kota. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sekitar 4,75 juta orang di Tokyo serta tiga prefektur tetangga, yakni Kanagawa, Saitama, dan Chiba, akan mengalami kerusakan rumah hingga tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,18 juta orang diprediksi tetap tidak memiliki tempat tinggal meski enam bulan telah berlalu sejak bencana terjadi
Laporan Profesor Sato menyoroti beberapa faktor utama yang menyebabkan krisis hunian ini, di antaranya adalah keterbatasan lahan untuk membangun perumahan sementara di area perkotaan yang padat
Selain itu, kapasitas rumah sewa komersial diprediksi tidak akan mampu menampung jumlah pengungsi yang sangat besar. Kondisi ini diperparah oleh ancaman kenaikan harga material dan kekurangan tenaga kerja yang dapat menghambat proses perbaikan rumah warga
Sebagai langkah mitigasi, Profesor Sato mengusulkan percepatan upaya penguatan bangunan agar lebih tahan gempa dan api, serta pembangunan rumah sementara bertingkat untuk menyiasati keterbatasan lahan
Ia juga menekankan pentingnya sistem evakuasi lintas wilayah yang memungkinkan warga mengungsi ke kota lain. Menurutnya, respons cepat sangat diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan untuk kembali ke kehidupan normal setelah bencana melanda
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News