DPRD Jatim Harap Pemeliharaan dan Kemacetan di Jembatan Suramadu Segera Ditangani Cepat

SURABAYA, 20 Februari 2026 – VNNMedia – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Jatim, Abdul Halim berharap pemerintah pusat untuk lebih serius dan cepat dalam pemeliharaan, perawatan dan pengawasan jembatan penghubung Surabaya–Madura.

Menurutnya, kemacetan terutama terjadi pada jalur dari Surabaya menuju Madura. Ia mengaku sempat merasakan langsung kondisi tersebut saat melintasi Suramadu.

Menurutnya, kemacetan dipicu adanya perbaikan pada bagian komponen besi di bentangan tengah jembatan. Pada bagian bawah komponen tersebut ditemukan kerusakan atau kelonggaran sehingga harus segera diperbaiki oleh petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

“Memang beberapa hari ini terjadi kemacetan, khususnya dari arah Surabaya ke Madura. Saya sendiri merasakan ada bagian komponen besi di bentangan tengah yang mengalami kerusakan atau kelonggaran sehingga perlu perbaikan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah pusat. Pasalnya, setelah dibubarkannya Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (BPWS), penanganan dan perawatan jembatan kini berada di bawah tanggung jawab kementerian terkait.

Abdul Halim menyebut, saat ini pengelolaan dan perawatan Suramadu ditangani oleh Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena itu, ia meminta kedua kementerian tersebut agar lebih serius dalam menjaga kondisi jembatan.

“Sebagai wakil masyarakat Madura, saya berharap dua kementerian yang menangani Jembatan Suramadu untuk benar-benar serius dalam perawatan dan penganggaran. Jangan sampai terjadi kerusakan yang membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, masih adanya kerusakan fasilitas seperti kehilangan baut hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi. Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan karena dapat berdampak pada keselamatan pengguna jembatan.

Abdul Halim berharap perawatan rutin dan pengawasan ketat dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kerusakan serupa tidak terulang. Mengingat, Suramadu merupakan urat nadi konektivitas antara Pulau Jawa dan Madura sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua wilayah.

“Jembatan ini sangat vital, baik untuk konektivitas maupun pertumbuhan ekonomi. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan yang bisa menimbulkan korban jiwa. Perawatan dan pengawasan harus menjadi prioritas,” pungkas Abdul Halim politisi asal fraksi Gerindra. 

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia