
SURABAYA, 24 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia — Dunia usaha di Jawa Timur mulai menguatkan langkah menuju ekonomi hijau. Hal ini ditegaskan melalui Forum Dialog dan Lokakarya Interaktif “Mendorong Aksi Nyata Bisnis Menuju Transisi Rendah Karbon di Jawa Timur” yang digelar di Surabaya, Selasa (25/9/2025).
Acara yang diprakarsai Kadin Net Zero Hub, bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dan Kadin Jawa Timur, menjadi bagian dari roadshow nasional untuk mempercepat keterlibatan dunia usaha dalam transisi energi bersih.
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa transisi rendah karbon bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi dunia usaha agar tetap kompetitif di pasar global. Ia menyampaikan, Kadin Jatim menyiapkan strategi melalui tiga jalur utama.
Pertama, memperkuat transformasi bisnis hijau lewat edukasi, forum dialog, dan lokakarya yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku usaha. Kedua, menyediakan ruang kolaborasi agar perusahaan lebih mudah mengakses pengetahuan, teknologi, dan pendanaan hijau.
Ketiga, mengawal kebijakan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan supaya selaras dengan agenda nasional menuju net zero emission.
“Kami ingin memastikan transisi ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar terimplementasi di lapangan,” tegas Adik.
Ia mencontohkan sebuah perusahaan kayu di Jawa Timur yang sempat kehilangan pasar Eropa karena tidak memiliki sertifikasi hijau. Perusahaan itu kemudian berinvestasi pada energi terbarukan dan menerapkan circular economy, hingga akhirnya berhasil kembali menembus pasar bahkan mendapat kontrak bernilai lebih besar.
“Kisah ini membuktikan bahwa transisi hijau bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata bisnis agar tetap relevan,” ujarnya.
Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap tantangan, terutama bagi UMKM. Terbatasnya modal, teknologi, dan SDM masih menjadi hambatan utama. Namun menurutnya, di balik tantangan itu justru tersimpan peluang besar berupa akses ke pasar global untuk produk ramah lingkungan, insentif dari pemerintah, hingga peluang investasi hijau dan penciptaan lapangan kerja baru.
Dukungan terhadap strategi Kadin Jatim juga datang dari pemerintah daerah. Perwakilan Bappeda Jatim, Ari Basuki, menyebut forum ini sebagai langkah konkret menuju industrialisasi kompetitif sekaligus ramah lingkungan.
Selain itu, para pakar keberlanjutan yang hadir dalam sesi panel membedah strategi teknis dekarbonisasi, seperti pemetaan emisi GRK, efisiensi energi, elektrifikasi, hingga pemanfaatan energi terbarukan. Lokakarya teknis juga menghasilkan rencana aksi terukur yang bisa langsung diadopsi perusahaan peserta.
“Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah kecil. Forum ini adalah langkah kecil itu,” tutup Adik Dwi Putranto.
Dengan strategi tersebut, Kadin Jatim optimistis dapat memposisikan Jawa Timur sebagai pionir ekonomi rendah karbon di Indonesia, sekaligus memperkuat pertumbuhan hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News