
JAKARTA, 28 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) selama dua bulan ke depan setelah dinilai efektif menjaga tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong efisiensi ekonomi nasional. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus ekonomi untuk semester II 2026, mulai dari diskon transportasi hingga insentif pajak bagi penulis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan evaluasi kebijakan WFH menunjukkan hasil positif, termasuk penurunan konsumsi Pertalite hingga 9 persen pada April 2026.
“WFH dalam dua bulan terakhir hasilnya cukup baik, termasuk terjadi penurunan penggunaan Pertalite hingga 9 persen. Karena itu diputuskan untuk dilanjutkan dua bulan ke depan,” ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Terbatas di Jakarta, Selasa (26/5).
Menurut Airlangga, kebijakan lanjutan WFH akan segera ditindaklanjuti kementerian dan lembaga terkait, termasuk untuk sektor swasta. Pemerintah juga melakukan penyesuaian prioritas anggaran sebagai bagian dari transformasi budaya kerja.
Selain evaluasi WFH, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung mobilitas nasional.
Salah satu kebijakan baru yang disiapkan yakni insentif Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis. Pemerintah menilai kebijakan tersebut dapat mendukung industri kreatif dan meningkatkan produktivitas penulis nasional.
Di sektor transportasi, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp190,5 miliar untuk program diskon perjalanan selama libur sekolah 2026 dengan target penerima manfaat lebih dari 3 juta orang.
Diskon yang diberikan antara lain potongan tiket kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026, diskon tarif kapal laut PT Pelni sebesar 30 persen untuk periode 20 Juni–15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni–5 Juli 2026.
Pemerintah juga menyiapkan stimulus serupa untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) dengan anggaran Rp161,4 miliar dan target hampir 2,9 juta penerima manfaat.
Untuk transportasi udara, pemerintah memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen bagi tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Pada periode libur sekolah 2026, anggaran yang disiapkan mencapai Rp472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang. Sementara pada masa Nataru, pemerintah menyiapkan Rp722 miliar untuk menjangkau sekitar 3,7 juta penumpang.
Selain pembebasan PPN, pemerintah juga memberikan diskon biaya kebandarudaraan berupa potongan Airport Tax (PJP2U) sebesar 50 persen dan PJP4U sebesar 50 persen selama periode Nataru.
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah melanjutkan Program Magang Nasional mulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta dan dukungan anggaran Rp4,14 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan program vokasi nasional bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK. Program tersebut diproyeksikan menelan anggaran Rp2,12 triliun guna meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News