Venice Biennale 2026: Indonesia Kirim Delegasi 14 Seniman Terbaik

Venezia, Rabu 06 Mei 2026-VNNMedia- Setelah sempat absen selama enam tahun, Indonesia akhirnya kembali mengirimkan 14 perupa-sebutan untuk orang yang berkarya di bidang seni rupa-terbaiknya untuk unjuk gigi di salah satu pameran seni rupa internasional paling bergengsi di dunia, Venice Biennale 2026

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada para wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, pada har Selasa (5/5), seperti dilaporkan oleh Antara

“Pada tahun ini juga saya menyampaiak, saya umumkan bahwa Indonesia akan kembali dalam Venice Biennale 2026 dengan paviliun Indonesia,” kata Fadli

Dari 14 perupa, dijelaskan Fadli, tujuh diantaranya merupakan perupa baru yang berasal dari daerah terdampak bencana, termasuk Aceh dan Sumatera Utara, serta perupa difabel dari Papua. Sedangkan sisanya adalah para perupa senior yang well established dan dikenal sebagai maestro di industri seni rupa, seperti Agus Suwage

Pada ajang tersebut, para peserta akan selama menjalani residensi selama dua bulan dan berkarya di Eropa, dimana perupa muda akan mengikuti program Art Healing di Firenz, Italia, untuk memberikan mentorship bagi perupa senior

Fadli berharap keikutsertaan di ajang tersebut untuk menjajaki kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Biennale di masa depan

“Kita berharap ini juga membawa jaringan dan juga wajah seni rupa sebagai bagian dari ekspresi budaya yang penting, wajah Indonesia di tengah-tengah berbagai bekspresi budaya dunia lainnya di Venice Biennale

Mengenal Biennale, Pameran Seni Rupa internasional Paling Berpengaruh di Dunia

Biennale-yang diambil dari bahasa Italia berarti “dua tahunan”adalah istilah global dalam dunia seni untuk menggambarkan pameran atau festival seni rupa kontemporer berskala besar yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali

Berbeda dengan museum konvensional yang memamerkan koleksi permanen, sebuah biennale bersifat temporer dan biasanya berlangsung selama beberapa bulan dengan menyajikan tema sosial, politik, atau budaya yang dikurasi secara khusus oleh para ahli seni

Ajang ini berfungsi sebagai barometer untuk melihat arah tren, eksperimen visual terbaru, serta isu-isu global yang sedang direspons oleh para seniman dunia

Selain Venice Biennale di Italia yang menjadi pelopor sejarahnya sejak abad ke-19, format pameran bergengsi ini juga marak diadopsi di berbagai negara, termasuk di tanah air melalui gelaran rutin seperti Jakarta Biennale, Biennale Jogja, hingga Biennale Jatim yang secara konsisten menjadi wadah unjuk karya bagi para perupa lokal maupun internasional

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News