Tiga Jemaah Haji Kabupaten Pasuruan Wafat Di Tanah Suci

PASURUAN, 17 Mei 2026 – VNNMedia – Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat empat jemaah meninggal dunia, baik saat berada di Madinah, Mekkah, maupun setelah sempat menjalani perawatan di Indonesia.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuki saat dihubungi via sambungan seluler langsung dari Tanah Suci Makkah, Minggu (17/5/2026).

Jemaah pertama yang wafat adalah Komariah. Ia meninggal dunia saat berada di Madinah pada 26 April 2026. Selanjutnya, Abdul Wahid dari Kloter 7 SUB meninggal di Mekkah pada 7 Mei 2026.

Kemudian, jemaah atas nama Jumaiyah binti Abdul Ghofur juga dilaporkan wafat di Mekkah pada 13 Mei 2026. Sementara satu jemaah lainnya, Abdul Kohar dari Kloter 6 SUB, meninggal dunia di Pasuruan setelah sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum keberangkatan.

“Tiga jemaah meninggal dunia di Saudi Arabia, dan satu jemaah meninggal di Pasuruan sebelum keberangkatan haji,” ucapnya. 

Gus Anis – sapaan akrab Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan ini menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para jemaah melalui petugas kloter dan laporan dari tim pendamping di Arab Saudi.

“Kami terus memantau kondisi jemaah dari ketua kloter maupun pembimbing, dokter dan perawat yang mendampingi seluruh jamaah selama di Tanah Suci Makkah dan Madinah,” imbuhnya.

Khusus untuk jamaah yang meninggal di Pasuruan, Gus Anis menjelaskan bahwa almarhum sebelumnya telah masuk dalam rombongan keberangkatan. Namun karena kondisi kesehatannya menurun, ia harus dirawat di Rumah Sakit Haji dan akhirnya dipulangkan ke rumah setelah dinyatakan boleh rawat jalan oleh dokter.

“Beliau sempat pulang ke rumah, namun kembali mengeluhkan kondisi kesehatannya dan dirawat di rumah sakit daerah hingga akhirnya wafat di Pasuruan,” terangnya.

Sementara itu, di tengah suhu ekstrem di Kota Mekkah yang mencapai 44 derajat Celsius pada siang hari dan 30 derajat Celsius pada malam hari, pihak Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah untuk lebih disiplin menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Ahmad Marzuki mengimbau para jemaah, khususnya asal Pasuruan Raya, untuk selalu menjaga kesehatan, menggunakan alat pelindung diri, serta membawa kartu nusuk sebagai identitas resmi jemaah haji.

“Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga diri dan kesehatan, memakai APD, serta selalu membawa nusuk agar dapat memasuki wilayah Masjidil Haram maupun area layanan bus,” katanya.

Sementara itu, untuk jemaah asal Kota Pasuruan yang tergabung bersama kloter Kabupaten dan Kota Malang, dilaporkan seluruhnya dalam kondisi sehat. Sebanyak 379 jemaah disebut telah tiba dan menjalankan ibadah dengan baik di Tanah Suci.

“Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk menyempurnakan ibadah hajinya. Dan bagi jemaah yang telah wafat, semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.

Di sisi lain, dokter yang menangani jemaah haji Kabupaten Pasuruan dari kloter 6, dr Sugioni Adi menjelaskan ada satu jemaah yang meninggal dunia atas nama Jumaiyah, warga Kademungan, Kecamatan Kejayan.

Dilaporkan, wafatnya jamaah berusia 67 tahun tersebut sempat membuat kaget jemaah lainnya. Sebab almarhumah tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Bahkan, pagi hari sebelum wafat sempat membuatkan teh hangat untuk suaminya.

“Pagi ya beraktifitas seperti biasa. Beliau malah cuci baju suaminya. Kemudian setelah sarapan, beliau berpamitan mau tidur sebentar ke suaminya. Mudah-mudahan Husnul Khotimah,” ungkapnya. 

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia