Tanpa Hewan Kurban, Sedihnya Perayaan Idul Adha di Gaza

Gaza, Selasa 26 Mei 2026-VNNMedia- Besok seluruh umat muslim dunia merayakan hari raya Idul Adha, dimana setiap muslim yang mampu menyembelih hewan kurban seperti sapi, domba atau kambing. Namun perayaan tersebut nampaknya tidak dapat dirasakan lagi oleh muslim Gaza sejak perang Israel-Hamas skala besar meletus sejak 7 Oktober 2023

Melansir Antara, telah tiga tahun berturut-turut sebagian besar warga Gaza tidak dapat melaksanakan salah satu tradisi ikonik dari Idul Adha, yaitu menyembelih hewan kurban, untuk kemudian dibagi-bagikan kepada sanak saudara, tetangga, dan warga miskin

Nashwan, salah seorang warga Gaza, mengatakan momen Idul Adha merupakan hal yang sangat ditunggu olehnya dan sesama muslim di sana. “Kami biasanya berkumpul sebagai keluarga untuk memilih hewan kurban, mempersiapkan hari raya, dan membagikan daging kepada kerabat, serta keluarga miskin.”

“Kini, hari raya bagi kami hanya tinggal kenangan dan doa. Karena tidak ada ternak yang masuk ke Gaza, dan sebagian besar orang hampir tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” tambahnya

Warga lainnya Mohammed Al-Hissi, mengungkapkan kesedihannya karena hewan kurban menjadi barang langka dan mustahil didapat ditengah harga yang melonjak tajam dan tidak adanya pasokan

“Idul Adha dulunya menjadi salah satu masa paling membahagiakan bagi keluarga kami. Anak-anak saya biasanya bangun pagi, mengenakan pakaian baru, dan menemani saya mengunjungi kerabat setelah kami membagikan daging,” ungkap ayah 4 anak ini

“Tetapi saat ini smeuanya telah berubah akibat poerang dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. Sebagian besar keluarga tidak lagi dapat memikirkan untuk membeli hewan kurban karena harganya sangat tinggi dan masyarakat telah kehilangan pendpatan serta rumah mereka,” tambahnya

Direktur Kamar Dagang Gaza, Maher al-Tabbaa, menjelaskan bahwa harga satu ekor hewan korban melonjak menjadi US$6.000-US$7.000, dari semula hanya US$500. “Tidak ada yang tahu berapa banyak lagi Idul Adha tanpa kurban yang harus dijalani warga Gaza,” kata al-Tabbaa

Sementara itu juru bicara Kementerian Pertanian Hamas, Raafat Asaliya, menjelaskan bahwa sebelum perang, Gaza mampu mengimpor sekitar 10.000-20.000 anak sapi dan 30.000-40.000 domba setiap tahunnya jelang Idul Adha. “Dengan adanya perang dan oenutupan perlintasan, impor berhenti total.”

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News