
SURABAYA, 28 APRIL 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 H/2026 dalam kondisi surplus. Total stok sapi, kambing, domba, hingga kerbau jauh melampaui kebutuhan masyarakat, disertai jaminan kesehatan hewan dan kesiapan infrastruktur pemotongan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan pelaksanaan kurban tahun ini mencakup seluruh aspek, mulai dari ketersediaan ternak, kesehatan hewan, hingga dukungan sumber daya manusia dan fasilitas pemotongan.
Berdasarkan data dari dinas terkait di 38 kabupaten/kota, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur tahun 2026 tercatat surplus signifikan dibandingkan proyeksi kebutuhan.
Secara rinci, jumlah sapi mencapai 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor. Sementara kambing tersedia 940.693 ekor (kebutuhan 297.900 ekor), domba 484.468 ekor (kebutuhan 58.600 ekor), serta kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor.
“Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur sangat mencukupi bahkan surplus, sehingga masyarakat dapat berkurban dengan tenang,” ujar Khofifah, Senin (27/4/2026).
Selain ketersediaan, Pemprov Jatim juga menyiapkan tenaga profesional untuk menjamin kesehatan hewan dan kualitas daging kurban. Sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, dan 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan di seluruh daerah.
Petugas tersebut akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna memastikan hewan dalam kondisi sehat serta daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal.
Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur didukung 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan di luar RPH yang siap digunakan. Selain itu, sebanyak 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan turut dikerahkan.
Terkait kesehatan ternak, Khofifah memastikan bahwa kasus Penyakit Mulut dan Kuku dan Lumpy Skin Disease di Jawa Timur telah berhasil dikendalikan secara signifikan melalui vaksinasi dan pengawasan ketat.
“Kasus PMK dan LSD hingga April 2026 sudah terkendali. Kami terus melakukan vaksinasi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.
Untuk menjamin keamanan distribusi, Pemprov juga menerapkan prosedur ketat lalu lintas ternak antarwilayah. Setiap hewan wajib memenuhi syarat kesehatan, telah divaksin PMK minimal dosis pertama, serta dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan atau dipotong.
Khofifah mengimbau masyarakat tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, serta tata cara penyembelihan sesuai syariat saat melaksanakan ibadah kurban. “Kami mengajak masyarakat tidak ragu berkurban karena stok tersedia dan kondisi ternak sudah aman,” tegasnya.
Dengan kesiapan yang matang ini, Pemprov Jawa Timur optimistis pelaksanaan Idul Adha 2026 akan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News