
JAKARTA, 17 MEI 2026 – VNNmedia – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi menembus pasar Eropa melalui ekspor perdana sebanyak 11.275 metrik ton (MT) semen ke Reunion Island, wilayah teritori Prancis di Samudra Hindia.
Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur milik PT Semen Padang dan menjadi bagian dari total ekspor 31.500 MT semen yang ditargetkan berlangsung selama periode Mei hingga Juli 2026.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan ekspor ke Reunion Island menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi global perusahaan setelah sebelumnya memperluas pasar ke kawasan Afrika.
Menurutnya, keberhasilan masuk ke pasar Eropa menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas semen produksi SIG, khususnya produk ramah lingkungan.
“Inisiatif SIG menghadirkan semen hijau menjadi keunggulan kompetitif perusahaan. Produk semen tipe CEM I 52.5 N yang diekspor ke Reunion Island telah memperoleh CE Marking sebagai standar Uni Eropa untuk aspek keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan,” ujar Indrieffouny.
CE Marking atau Conformité Européenne merupakan sertifikasi wajib bagi produk yang dipasarkan di kawasan Uni Eropa. Sertifikat tersebut menandakan produk telah memenuhi standar ketat yang berlaku di pasar Eropa.
SIG menilai Reunion Island memiliki prospek pembangunan infrastruktur yang terus berkembang sehingga menjadi pasar potensial bagi produk bahan bangunan Indonesia.
Selain semen, SIG juga membuka peluang ekspor produk material konstruksi lainnya untuk mendukung kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
“Di samping memperkuat pasar domestik, SIG terus memaksimalkan pasar global untuk meningkatkan utilisasi dan pertumbuhan kinerja perusahaan,” kata Indrieffouny.
Ekspor ke Reunion Island merupakan bagian dari strategi transformasi SIG untuk memperluas pasar internasional sekaligus meningkatkan utilisasi produksi nasional.
Dalam pengembangan pasar global, SIG juga menggandeng mitra strategis yang fokus pada penyediaan solusi konstruksi berkelanjutan, terutama produk dengan emisi karbon rendah.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang dalam penyediaan material konstruksi berkualitas dan ramah lingkungan bagi proyek pembangunan berkelanjutan di Reunion Island dan pasar Eropa lainnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News