Perpanjang Masa Tugas Militernya di Lebanon, Jerman: jadi Misi Terakhir

ilustrasi

Berlin, Kamis 07 Mei 2026-VNNMedia- Pemerintah Jerman mengumumkan perpanjangan masa tugas militernya, Bundeswehr, yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), hingga 31 Desember 2026, yang juga akan menjadi misi terakhir mereka di negara tersebut

“Pemerintah Jerman telah memutuskan bahwa angkatan bersenjata jerman akan berpartisipasi dalam misi UNIFIL di Lebanon untuk terakhir kalinya,” kata pemerintah

Berlin menjelaskan jika perpanjangan itu seiring dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang akan mengakhiri mandat operasional misi tersebut pada 31 Desember 2026

“Hal ini diperlukan untuk menyelesaikan mandat operasional misi tersebut paling lambat 31 Desember 2026,” bunyi pernyataan pemerintah Jerman

Diketahui pada akhir Agustus 2025, Dewan Keamanan (DK) PBB memperpanjang mandat UNIFIL hingga 31 Desember 2026. Dalam resolusi itu disebutkan bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB diinstruksikan untuk mempertimbangkan opsi-opsi implementasi UNSCR 170 di masa mendatang usai penarikan bertahap pasukan UNIFIL

UNSCR 170 sendiri merupakan sebuah resolusi DK PBB yang dirancang untuk mengakhiri Perang Lebanon 2006 antara Israel dan kelompok Hizbullah, dan diadopsi pada 11 Agustus 2006

UNIFIL: Sejarah, Tujuan, dan Kontribusi Negara Penjaga Perdamaian di Lebanon Selatan

UNIFIL digagas melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 425 dan 426 pada 19 Maret 1978 sebagai respons terhadap situasi keamanan di Lebanon Selatan

Tujuan awal pembentukannya adalah untuk mengonfirmasi penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu pemerintah Lebanon mengembalikan otoritas efektifnya di wilayah selatan

Mandat ini kemudian diperkuat melalui Resolusi 1701 pasca-perang tahun 2006 untuk memantau penghentian permusuhan dan memastikan wilayah tersebut bebas dari personel bersenjata non-negara.

Hingga Mei 2026, misi ini didukung oleh sekitar 8.203 personel yang berasal dari 47 negara kontributor. Italia dan Indonesia merupakan penyumbang pasukan terbesar, diikuti oleh negara-negara lain seperti Spanyol, India, Ghana, Prancis, Nepal, Malaysia, China, dan Irlandia

Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan dalam misi ini dengan menempatkan ratusan personel TNI yang tersebar di berbagai satuan tugas, baik di darat maupun dalam gugus tugas maritim

Keberadaan pasukan lintas negara ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan Blue Line sebelum rencana penarikan pasukan dimulai pada akhir tahun 2026

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google New Share on Facebook