
SURABAYA, 25 MEI 2026 – VNNMedia – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya kembali menegaskan komitmennya menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, sehat, dan bebas asap rokok bagi seluruh pelanggan.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan Indonesian Conference on Tobacco Control (ICTOH) Award 2026 yang diberikan atas konsistensi KAI dalam menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di area stasiun maupun selama perjalanan kereta api.
Penghargaan itu diserahkan oleh Tara Singh Bam kepada Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat dalam acara yang digelar di Universitas Airlangga, Jumat (22/5/2026).
Daniel mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
“Transportasi publik tidak hanya menjadi sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat,” ujarnya.
KAI sendiri telah menerapkan larangan merokok sejak 2012 di seluruh rangkaian kereta dan area stasiun. Kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta aturan perusahaan yang melarang aktivitas merokok, termasuk penggunaan rokok elektronik atau vape di area transportasi publik.
Sebagai bentuk implementasi, KAI Daop 8 Surabaya memasang rambu larangan merokok di stasiun dan kereta, menyediakan smoking area khusus di sejumlah stasiun, hingga melakukan pengawasan aktif oleh petugas.
KAI juga menerapkan sanksi tegas bagi pelanggan yang melanggar aturan tersebut. Penumpang yang kedapatan merokok di dalam kereta dapat diturunkan di stasiun terdekat tanpa pengembalian biaya tiket.
Hingga Mei 2026, KAI Daop 8 Surabaya tercatat telah menurunkan puluhan penumpang yang terbukti melanggar aturan larangan merokok selama perjalanan.
Selain penindakan, KAI Daop 8 juga terus melakukan edukasi kepada pelanggan melalui media sosial, pengumuman di stasiun dan kereta api, hingga sosialisasi langsung oleh petugas.
Menurut Daniel, disiplin pelanggan menjadi faktor penting untuk menciptakan perjalanan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa, termasuk anak-anak dan lansia. “Kami mengajak seluruh pelanggan bersama-sama menjaga kenyamanan selama perjalanan dengan mematuhi aturan yang berlaku,” katanya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News