
SURABAYA, 29 MEI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya memastikan ketersediaan bahan pangan selama rangkaian libur panjang Iduladha 1447 Hijriah, cuti bersama, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila dalam kondisi aman dan mencukupi.
Stok pangan di Kota Surabaya juga dipastikan terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Kecukupan Pangan (IKP) Kota Surabaya pada Mei 2026 yang mencapai 3,55 atau meningkat dibandingkan April 2026.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, mengatakan angka tersebut menunjukkan pasokan pangan Surabaya berada dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.
“Indeks kecukupan pangan Surabaya saat ini mencapai 3,55. Artinya stok pangan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Iduladha,” kata Khusnul Amin.
Selain stok yang aman, sejumlah harga bahan pangan juga mengalami penurunan sepanjang Mei 2026. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, beberapa komoditas diperkirakan menjadi penyumbang deflasi.
Komoditas tersebut antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, tomat, semangka, jeruk, anggur, kangkung, hingga ikan mujair. Sementara cabai rawit tercatat menjadi komoditas dengan penurunan harga terbesar dibandingkan April 2026.
Kondisi ini dinilai membantu menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha.
Khusnul Amin juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan fenomena panic buying di masyarakat. Berdasarkan pemantauan lapangan, warga masih berbelanja kebutuhan pokok secara normal sesuai kebutuhan rumah tangga.
“Kalau pembelian dalam jumlah besar lebih banyak dilakukan pedagang untuk distribusi dan penjualan kembali. Masyarakat umum sejauh ini masih berbelanja secara wajar,” ujarnya.
Situasi serupa juga terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah Surabaya. Menurutnya, masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan pokok meski sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih murah.
Pemkot Surabaya pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena berisiko memicu pemborosan hingga sampah makanan akibat bahan pangan rusak atau tidak terpakai.
“Masyarakat diminta membeli kebutuhan pangan secukupnya sesuai kebutuhan rumah tangga agar tidak menimbulkan pemborosan maupun food waste,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah terus melakukan pengawasan distribusi pangan di tengah dinamika global seperti konflik di Timur Tengah dan penguatan dolar AS yang berpotensi memengaruhi harga komoditas impor.
Pemkot Surabaya memastikan pemantauan distribusi dan stabilitas harga pangan akan terus dilakukan selama momentum Iduladha dan libur panjang berlangsung.
“Masyarakat tidak perlu panik. Stok pangan aman dan pemerintah terus memantau agar kebutuhan pokok tetap terkendali,” pungkas Khusnul Amin.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google NEws